Sikap Tepe Dihujat di Podcast Raditya Dika, Ini Kesalahan Terbesarnya

Jakarta – Nama Teguh Prakoso yang lebih dikenal sebagai Tepe, baru-baru ini menarik perhatian publik setelah tampil di podcast yang dipandu oleh YouTuber terkenal Raditya Dika. Namun, bukan hanya keterlambatannya saja yang menjadi sorotan, melainkan juga sikapnya selama acara yang memicu beragam kritik dari warganet. Dalam episode sebelumnya, Raditya sudah membahas masalah keterlambatan Tepe, yang juga terjadi saat ia mengundang grup streamer The Side Brothers. Sayangnya, kejadian serupa terulang kembali. “Tepe telat karena dia mau makan sushi dulu, jadi baru sampai ke studio gua,” ujar Raditya Dika dalam saluran YouTube-nya, pada Selasa, 6 Oktober 2026. “Gua mau traktir ah di tempat makan sushi yang menurut gua paling enak,” tambahnya.
Pemicu Keterlambatan dan Komunikasi yang Buruk
Raditya Dika menjelaskan bahwa pertemuan dengan Tepe dijadwalkan berlangsung pukul 17.30 WIB. Namun, hingga pukul 18.00 WIB, Tepe belum juga tiba. Ketika akhirnya hadir, Tepe mengklaim bahwa ia mengira waktu pertemuannya adalah pukul 18.00 WIB, yang menurutnya merupakan hasil dari miskomunikasi dengan tim Raditya. “Aku catat jadwalnya jam 6 sore, kupikir acaranya jam 6. Janjian kita jam 6,” ungkap Tepe menjelaskan.
Menanggapi Keterlambatan
Meskipun Tepe telah memberikan penjelasan terkait keterlambatannya, warganet tetap melayangkan kritik pedas. Salah satu pengguna di Threads menyatakan bahwa ia sudah menyaksikan seluruh episode podcast Raditya Dika bersama Tepe dan merasa bahwa ada beberapa hal yang membuat penonton merasa lelah, termasuk keterlambatan Tepe. “Di podcast Side Brothers & Arap dia juga telat. Datang ke tempat yang dia ditraktir itu harusnya sejam sebelum on cam,” tulis @uchaycs di Threads.
Ia juga menyoroti cara Tepe menjawab pertanyaan Raditya Dika mengenai kecocokan selera makanannya dengan menu yang disajikan. “Ditanya ‘ada yang cocok nggak?’ abis ditraktir omakase, jawab ‘40% aja’. Di budaya kita, jujur tidak harus terdengar seperti memberi nilai ujian. Lo bisa bilang ‘bukan selera gue, tapi terima kasih banget pengalamannya’,” tambah akun tersebut.
Respons Warganet Terhadap Sikap Tepe
Sikap Tepe dalam menjawab pertanyaan Raditya Dika juga menuai kritik dari netizen lain. Seorang pengguna di Threads memberikan saran tentang cara yang lebih baik untuk merespons, mengingat Tepe datang atas undangan dan traktiran dari Raditya. “Nggak harus bohong bilang semuanya enak. Tapi jujur juga nggak harus terdengar seperti memberi nilai ujian. Apalagi ini konteksnya lagi ditraktir. Ada orang yang sudah mengajak, meluangkan waktu, dan memberikan pengalaman. Sedikit apresiasi itu bukan berarti harus menjilat,” ungkap @jacqueline.marpeals.
Kesalahan Fatal yang Dilakukan Tepe
Di antara berbagai kritik yang diterima, salah satu kesalahan terbesar yang disebutkan oleh warganet adalah momen ketika Tepe berdebat dengan koki. Kejadian ini terjadi ketika Tepe mengoreksi penyebutan nama ikan dari Jepang. “Ini yang paling fatal. Ngajak debat chef di depan muka, bilang ‘jangan di-Jepang-Jepangin’. Padahal omakase itu chef’s choice. Itu sama saja merendahkan profesi orang,” tulis @uchaycs.
Respons Tepe Terhadap Kritikan
Hingga saat ini, Tepe belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi mengenai sikapnya yang telah menuai banyak kritik. Komentar-komentar negatif terus berdatangan di kolom media sosialnya, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi topik hangat yang dibicarakan oleh warganet.
Menelusuri Dampak dari Kritikan
Kritik yang diterima Tepe tidak hanya berfokus pada keterlambatan dan jawabannya yang dianggap kurang tepat, tetapi juga mencerminkan harapan publik terhadap sikap yang lebih profesional dan etika saat diundang ke acara orang lain. Hal ini menjadi sorotan penting dalam dunia hiburan, di mana interaksi antara bintang tamu dan tuan rumah sangat menentukan kesan yang ditinggalkan pada penonton.
Pentingnya Komunikasi dalam Dunia Hiburan
Dalam industri hiburan, komunikasi yang baik sangatlah penting. Misunderstanding atau miskomunikasi bisa berakibat fatal, seperti yang dialami Tepe. Keterlambatan dan cara berinteraksi yang tidak tepat dapat berdampak pada reputasi seseorang di mata publik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu yang terlibat dalam acara semacam ini untuk memastikan bahwa semua informasi jelas dan dipahami dengan baik sebelum acara berlangsung.
Tips untuk Bintang Tamu
Berikut adalah beberapa tips bagi bintang tamu yang diundang ke acara publik untuk menghindari masalah serupa:
- Konfirmasi jadwal dan waktu dengan jelas sebelum acara dimulai.
- Datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan.
- Menunjukkan sikap positif dan profesional saat dihadapkan dengan pertanyaan.
- Memberikan respons yang sopan dan menghargai usaha tuan rumah.
- Selalu siap dengan informasi yang relevan dan akurat.
Membangun Kembali Citra di Publik
Tepe kini dihadapkan pada tantangan untuk membangun kembali citranya di hadapan publik. Respon yang tepat terhadap kritik dan upaya untuk memperbaiki kesalahan yang ada dapat menjadi langkah awal yang baik. Publik biasanya menghargai ketulusan dan keinginan untuk belajar dari kesalahan.
Dalam dunia yang semakin terhubung ini, penting bagi setiap individu untuk menunjukkan pertanggungjawaban atas tindakan mereka. Sikap yang terbuka terhadap kritik dan kemauan untuk memperbaiki diri adalah hal yang sangat dihargai oleh masyarakat.
➡️ Baca Juga: Pesantren Darunnajah Inovasi Karya Santri untuk Menembus Pasar Global
➡️ Baca Juga: Hunian Jakarta Bertransformasi, Ranperda Rumah Susun Usung Konsep TOD Tanpa Penggusuran




