Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

slot depo 10k slot depo 10k
BeritaChromebookGojekGoogleKemendikbudristekKorupsi PendidikanNadiem MakarimPengadilan TipikorRoy RiadySidang KorupsiUUD 1945

Jaksa Sampaikan Amanat UUD 1945 ke Nadiem Makarim dalam Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook: Analisis Mendalam

Nadiem Makarim, mantan kepala Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Selasa, 10 Maret 2026, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan pemahaman Nadiem tentang Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya pasal yang berbicara tentang “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Jaksa Menggali Pemahaman “Mencerdaskan Bangsa” dalam UUD 1945

JPU Roy Riady dengan spesifik mengajukan pertanyaan kepada Nadiem tentang pemahamannya atau persetujuannya terkait peran Kementerian Pendidikan dalam mewujudkan “mencerdaskan kehidupan bangsa”, sebagaimana dituangkan dalam preambule UUD 1945. “Apakah Anda paham, atau mungkin kita bisa sepakat atau tidak dalam sidang ini, salah satu fungsi Kementerian Pendidikan ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana pendapat Anda?” demikian pertanyaan yang diajukan oleh Jaksa Roy Riady.

Nadiem Makarim merespons pertanyaan tersebut dengan menyatakan penuh persetujuannya terhadap mandat konstitusi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa mandat tersebut merupakan motivasi utamanya dalam menerima dan menjalankan tugas sebagai Menteri Pendidikan. “Saya sangat setuju dan itu memang motivasi terbesar saya untuk menerima posisi sebagai Menteri Pendidikan adalah untuk berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa,” ucap Nadiem.

Nadiem Bicarakan Pendanaan Pendidikan 20% dari APBN

Jaksa juga membahas peraturan undang-undang yang mengharuskan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Nadiem menjelaskan bahwa dalam prakteknya, Kementerian Pendidikan mengelola sekitar 10-15 persen dari pagu anggaran 20 persen tersebut.

Sisanya, sebagian besar dana pendidikan dikelola oleh entitas di bawah level menteri, termasuk di tingkat daerah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Dari 20 persen itu, Kementerian mengelola sekitar 10-15 persen. Sisanya, sebagian besar dikelola oleh pemerintah pusat dan daerah, termasuk dana BOS yang didistribusikan ke daerah-daerah,” tambah Nadiem. Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah daerah memiliki hak untuk mengatur anggaran tersebut karena banyak aspek pendidikan yang dikelola oleh pemerintah daerah.

Tuduhan Kerugian Negara dan Peran Nadiem dalam Kasus Chromebook

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook ini, Nadiem Makarim bersama tiga terdakwa lainnya dituduh telah merugikan negara sebesar Rp 2,1 triliun. Nadiem diduga memperkaya diri sendiri sebesar Rp 809 miliar. Angka ini disebut berasal dari investasi Google ke Gojek atau PT AKAB.

Nadiem diduga telah menyalahgunakan wewenangnya dengan mengarahkan studi pengadaan agar mengarah pada satu.

➡️ Baca Juga: Presiden Prabowo Usulkan Terminal Khusus Haji di Arab Saudi untuk Percepat Arus Jamaah

➡️ Baca Juga: Direktur Timnas Mesir Ingatkan Salah untuk Tidak Pindah ke MLS demi Kariernya

Related Articles

Back to top button