Wali Kota Mojokerto: Pengawasan Orang Asing Tingkatkan Keamanan Pariwisata yang Kondusif

Pemerintah Kota Mojokerto semakin memperkuat upaya pengawasan keberadaan warga negara asing (WNA) melalui implementasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Inisiatif ini ditujukan kepada pengelola hotel dan penginapan di daerah tersebut, sebagai langkah proaktif untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam sektor pariwisata.
Pentingnya Pengawasan Orang Asing dalam Pariwisata
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan bahwa pengawasan terhadap keberadaan orang asing adalah bagian integral dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan pariwisata yang aman, nyaman, dan kondusif. Hal ini tidak hanya penting untuk melindungi masyarakat setempat, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan.
“Pengawasan ini bukan berarti mencurigai mereka, melainkan untuk memastikan bahwa kehadiran mereka dapat dipantau dan dilaporkan. Dengan demikian, kita dapat mengantisipasi hal-hal yang mungkin perlu diwaspadai,” ungkapnya saat pertemuan di Kota Mojokerto.
Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Iklim kepariwisataan yang aman dan nyaman sangat penting untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Ika menambahkan, kondisi ini dapat mendorong perkembangan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Kota Mojokerto tidak hanya menjadi tempat akomodasi bagi wisatawan, tetapi juga bagi tenaga kerja profesional asing yang beroperasi di kawasan industri sekitar. Oleh karena itu, pengawasan yang baik terhadap keberadaan mereka menjadi sangat krusial.
Peran Kota Mojokerto dalam Layanan Jasa
Selain sebagai destinasi pariwisata, Mojokerto juga berfungsi sebagai pusat berbagai layanan jasa penting, termasuk perbankan, pendidikan, kesehatan, dan perdagangan yang melayani masyarakat Mojokerto Raya serta daerah sekitarnya.
“WNA tidak mungkin menginap di kos-kosan yang tidak memenuhi standar. Mereka pasti memilih akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini juga menjadi alasan mengapa kita perlu mengawasi kehadiran mereka,” jelas Ika Puspitasari.
Validitas Data Pariwisata
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, juga menyoroti pentingnya validitas data yang diperoleh dari pelaku usaha akomodasi. Data ini sangat diperlukan untuk dilaporkan kepada Badan Pusat Statistik (BPS), dan menjadi salah satu indikator keberhasilan sektor pariwisata di kota ini.
“Ketika data tersebut dibutuhkan oleh BPS, kita harus siap dengan informasi yang akurat dan terpercaya,” lanjutnya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
Tren Pertumbuhan Ekonomi yang Positif
Menurut Ika, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto menunjukkan tren yang positif. Meskipun masih terdapat jarak dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang ditetapkan sebesar delapan persen, upaya untuk mempercepat pertumbuhan ini terus dilakukan.
Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen untuk menciptakan iklim pariwisata yang aman dan kondusif. Sinergi antara TNI, Polri, masyarakat, dan unsur perlindungan masyarakat (Linmas) di tingkat kelurahan menjadi bagian dari strategi ini.
Menjaga Keamanan dan Kenyamanan
Ika Puspitasari menekankan bahwa dengan menciptakan suasana aman dan nyaman tanpa adanya tindak kriminal, Kota Mojokerto dapat menjadi tujuan yang menarik bagi wisatawan. “Jika Kota Mojokerto aman dan nyaman, orang pasti akan senang berkunjung ke sini,” ujarnya.
Tindakan ini tidak hanya bertujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga untuk mendorong pelaku usaha untuk menciptakan paket-paket wisata yang lebih menarik dan bermanfaat.
Strategi Pemasaran Pariwisata
Dalam upaya meningkatkan daya tarik pariwisata, Ning Ita mendorong penguatan kolaborasi antar pelaku usaha untuk menciptakan paket perjalanan wisata yang lebih inovatif.
“Kita perlu memikirkan bagaimana cara menciptakan paket wisata yang tidak hanya berfokus pada Kota Mojokerto, tetapi juga mengintegrasikan spot menarik di daerah sekitar. Contohnya, paket wisata selama tiga hari dengan akomodasi di Mojokerto namun mencakup destinasi di daerah lain,” jelasnya.
- Mendorong kolaborasi antar pelaku usaha
- Menciptakan paket wisata yang menarik
- Menjaga keberadaan data akurat untuk BPS
- Memastikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan
- Menarik lebih banyak pengunjung ke Kota Mojokerto
Upaya ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap dan memuaskan bagi pengunjung, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Mojokerto. Dengan semua langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih baik dan saling menguntungkan.
Pengawasan orang asing dan kolaborasi antara berbagai pihak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan pelaku usaha. Dengan demikian, semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan kondisi yang lebih aman dan kondusif bagi perkembangan pariwisata di Mojokerto.
➡️ Baca Juga: Bantuan Pangan Bulog 2026 Diluncurkan di Jayapura, Warga Menerima Beras dan Minyak Goreng
➡️ Baca Juga: Antrean Panjang Truk Menuju Sumatera di JLS, Menunggu Akses ke Pelabuhan Ciwandan




