SMAN 34 Jakarta Terapkan Social Teaching di LKSA YUSOLI: Sebuah Upaya Membangun Ilmu di Panti Asuhan

Menyambut bulan Ramadan yang suci, SMAN 34 Jakarta menunjukkan bahwa proses belajar mengajar tidak selalu harus terbatas dalam ruang kelas. Mereka mengirim 20 murid yang menjadi anggota OSIS dan MPK untuk mengajar bahasa Inggris di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) YUSOLI melalui program SERASI. SERASI adalah singkatan dari Solidaritas Ramadan Beraksi, program tahunan yang dijalankan selama bulan Ramadan dan merupakan kerjasama tiga divisi di OSIS dan MPK SMAN 34 Jakarta yaitu divisi kerohanian, divisi budi pekerti luhur, dan divisi komunikasi bahasa Inggris.
Program SERASI memiliki dua kegiatan utama yang berlangsung secara paralel. Pertama adalah Social Teaching dimana siswa mengajar bahasa Inggris dan membuat kerajinan tangan dari kertas bersama anak-anak di LKSA YUSOLI. Kedua adalah Raya, sebuah kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di sekitar Jalan Tol Andara menjelang waktu berbuka puasa. Kedua tim ini secara sengaja dipisahkan untuk memastikan kegiatan berjalan secara efisien.
Menurut Alviansyah, Pembina MPK/OSIS SMAN 34 Jakarta, Social Teaching adalah implementasi nyata dari pelajaran yang dipelajari siswa di kelas. “Ini bukan hanya belajar di kelas, ini adalah penerapan praktis dari teori yang dipelajari di sekolah,” katanya.
LKSA YUSOLI dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dekat dengan sekolah dan dianggap dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Persiapan untuk kegiatan ini dimulai sejak satu bulan sebelumnya, mulai dari pengajuan proposal hingga penyiapan perlengkapan workshop yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak di panti asuhan. “Kita menyediakan alat yang berwarna-warni untuk menarik perhatian mereka,” kata Bima Hendra, Ketua MPK SMAN 34 Jakarta.
Social Teaching bukanlah kegiatan baru bagi SMAN 34 Jakarta. Setiap tahunnya, mereka secara konsisten mengunjungi panti asuhan atau lembaga sosial anak. Mereka mengajarkan kata-kata bahasa Inggris yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan memberikan goodie bag sebagai bahan belajar. Yusuf Djamal, Pimpinan LKSA YUSOLI, membenarkan bahwa SMAN 34 Jakarta telah melakukan kegiatan serupa di tempat yang sama pada tahun sebelumnya.
Bima berharap ilmu yang dibagikan hari ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak LKSA YUSOLI. “Jakarta akan menjadi kota global, dan kita ingin mengajarkan bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional kepada anak-anak. Jadi, ketika mereka dewasa nanti, mereka dapat menggunakan kosakata yang kita ajar di sini,” tambahnya. Selain itu, kegiatan SERASI ini juga diharapkan dapat meningkatkan citra positif MPK, OSIS, dan SMAN 34 Jakarta di mata masyarakat luas.
➡️ Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap IFP Membuat Siswa Lebih Antusias dalam Belajar
➡️ Baca Juga: Potensi Dampak Kenaikan Harga Minyak terhadap Tekanan Fiskal APBN 2026
