Sebagian Besar SPBU Kembali Beroperasi Pasca Gempa Flores, Layanan Terjamin

Pasca gempa bumi yang mengguncang Flores dengan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, situasi di wilayah tersebut menjadi perhatian utama. Masyarakat yang terdampak membutuhkan akses terhadap layanan vital, termasuk pasokan energi. Dalam konteks ini, PT. Pertamina (Persero) mengambil langkah proaktif untuk memastikan bahwa sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Flores dapat beroperasi kembali, guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Pemulihan SPBU di Flores
Sampai dengan Senin, 17 Agustus 2026, sebanyak 47 dari 52 SPBU di Flores telah kembali beroperasi. Pertamina melakukan pemulihan ini dengan mengedepankan aspek keselamatan dan memastikan bahwa semua prosedur yang diperlukan diikuti. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan energi yang stabil di tengah situasi darurat.
“Hampir semua SPBU di Flores telah berfungsi kembali dan kami melanjutkan pemulihan layanan energi lainnya secara bertahap dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, dalam sebuah pernyataan resmi pada Minggu, 17 Agustus 2026.
Tanggapan Terhadap Ketersediaan BBM
Selain fokus pada pemulihan SPBU, Pertamina juga merespons laporan mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Nagekeo. Untuk memastikan distribusi energi ke wilayah tersebut kembali normal, manajemen Pertamina memperkuat penanganan melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
- Pemulihan SPBU: 47 dari 52 SPBU telah beroperasi kembali.
- Prioritas keselamatan: Proses pemulihan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan.
- Koordinasi distribusi: Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dilibatkan untuk normalisasi distribusi.
- Pelaporan kelangkaan: Tindakan cepat diambil untuk merespons laporan kelangkaan BBM.
- Komitmen pelayanan: Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi.
Support Operasional Alat Berat
Dalam upaya mendukung pemulihan akses jalan yang terganggu akibat longsor di ruas Trans-Flores Ende-Bajawa, Pertamina juga menyiapkan pasokan solar khusus untuk alat berat yang digunakan dalam penanganan bencana. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan konektivitas jalan di Flores, yang sangat penting bagi mobilisasi bantuan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Penyediaan Avtur di Bandara
Pertamina tidak hanya berfokus pada pemulihan SPBU dan distribusi BBM, tetapi juga memastikan ketersediaan Avtur prioritas di Bandara Labuan Bajo dan Maumere. Kedua bandara tersebut berperan penting sebagai titik mobilisasi bantuan dan posko tanggap darurat setelah gempa terjadi.
- Avtur prioritas: Ketersediaan Avtur dijaga untuk mendukung mobilisasi bantuan.
- Bandara Labuan Bajo: Berfungsi sebagai posko utama untuk distribusi bantuan.
- Bandara Maumere: Menjadi titik penting dalam tanggap darurat.
- Koordinasi dengan pemerintah: Pertamina bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan kelancaran operasional.
- Prioritas pada bantuan: Fokus pada ketersediaan energi untuk mendukung proses bantuan kemanusiaan.
Menjaga Ketersediaan LPG dan BBM
Dalam situasi seperti ini, Pertamina juga memastikan pasokan LPG untuk kebutuhan rumah tangga tetap terjaga. Keberadaan LPG sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Selain itu, Pertamina juga berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program Pertamina Peduli, yang mencakup penyediaan tenda, obat-obatan, sembako, serta bantuan dalam bidang kesehatan, kebersihan, dan sanitasi.
Kolaborasi untuk Distribusi Energi
“Kami terus mengerahkan sumber daya dan menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi energi dan bantuan kemanusiaan tetap berjalan dengan baik,” ungkap Baron. Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya bertanggung jawab terhadap penyediaan energi, tetapi juga berperan aktif dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Komitmen Pertamina dalam Penanganan Bencana
Pada tanggal 17 Agustus 2026, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri hadir langsung di lokasi yang terdampak bencana. Dalam kunjungannya, ia juga memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Fuel Terminal (FT) Reo, NTT, yang merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak gempa. Kunjungan ini menegaskan komitmen Pertamina untuk terlibat langsung dalam penanganan bencana.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kami hadir untuk mendukung upaya percepatan penanganan bencana, dengan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga sebagai prioritas utama. Masyarakat NTT tidak sendiri, kami akan selalu ada untuk membantu,” tegas Simon.
Dukungan Berkelanjutan Bagi Masyarakat
Baron menekankan bahwa Pertamina akan terus mendampingi masyarakat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga agar energi tetap tersedia, bantuan dapat sampai, dan harapan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya.
Dengan berbagai langkah yang telah diambil, Pertamina menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan energi dan bantuan kemanusiaan di wilayah Flores pascagempa. Upaya ini tidak hanya menjamin ketersediaan energi, tetapi juga memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
➡️ Baca Juga: Dampak Likuiditas Pasar terhadap Stabilitas Harga Cryptocurrency dalam Jangka Panjang
➡️ Baca Juga: Pupuk Subsidi Mudah Diakses, Stok Aman, dan Distribusi Lancar Menjadi Prioritas Pemerintah




