www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Energi Hijau Prabowo: Nabire Terima Alokasi PLTS 18 MWp untuk Pengembangan Berkelanjutan

Dalam upaya menuju keberlanjutan energi yang lebih baik, Kabupaten Nabire di Papua Tengah mendapatkan alokasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 18 megawatt-peak (MWp). Inisiatif ini merupakan bagian dari program yang lebih besar yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memperluas penggunaan energi hijau di seluruh Indonesia. Namun, tantangan dalam penyediaan lahan dan dukungan lokal menjadi kunci dalam merealisasikan proyek ini.

Program Energi Hijau Prabowo

Program pembangunan PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) ini diharapkan dapat menyediakan total kapasitas 100 gigawatt-peak (GWp) yang akan tersebar di seluruh Indonesia. Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, Paulinus Mahuse, menyatakan bahwa alokasi 18 MWp untuk Nabire merupakan bagian dari inisiatif besar yang diluncurkan di Bali pada 25 Agustus 2026.

Distribusi Energi di Papua Tengah

Dalam penjelasannya, Mahuse mengungkapkan bahwa selain Nabire, empat kabupaten lain yaitu Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya akan menerima total alokasi sekitar 45 MWp. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses energi di daerah-daerah yang masih terbatas sumber energinya.

  • Nabire: 18 MWp
  • Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya: 45 MWp
  • Total kapasitas nasional: 100 GWp
  • Tanggal peluncuran: 25 Agustus 2026
  • Inisiatif oleh Presiden Prabowo Subianto

Tantangan Penyediaan Lahan

Untuk mendukung pembangunan PLTS tersebut, PLN memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal penyediaan lahan. Mengingat bahwa pembangkit energi surya memerlukan area yang luas, setidaknya 18 hektare lahan dibutuhkan untuk kapasitas 18 MWp yang direncanakan.

Kebutuhan Lahan dan Lokasi

PLN memperkirakan bahwa setiap megawatt-peak (MWp) PLTS memerlukan sekitar satu hektare lahan. Namun, lahan tersebut tidak harus berada di lokasi yang sama, dan penentuan lokasi bisa dilakukan di beberapa titik yang berbeda dengan mempertimbangkan kondisi geografis setempat.

  • Setidaknya 18 hektare diperlukan untuk 18 MWp
  • Satu hektare untuk setiap 1 MWp
  • Lokasi dapat tersebar di beberapa titik
  • Mempertimbangkan kondisi geografis
  • Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting

Pengembangan Kawasan Hijau

Mahuse menekankan bahwa upaya membangun PLTS di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Papua Tengah menjadi prioritas. Kawasan ini masih memiliki ruang yang cukup untuk pengembangan energi surya, yang diharapkan dapat berkontribusi pada kebutuhan energi di kawasan tersebut.

Perencanaan Energi di KIPP

Kebutuhan daya untuk KIPP diperkirakan mencapai sekitar 6 MW. PLN berencana memenuhi kebutuhan listrik di kawasan tersebut melalui kombinasi antara PLTS dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang saat ini tersedia, sehingga menciptakan sistem kelistrikan yang lebih berkelanjutan.

  • Kebutuhan daya KIPP: sekitar 6 MW
  • Perpaduan PLTS dan PLTD
  • Pengembangan energi hijau di KIPP
  • Sistem kelistrikan berkelanjutan
  • Kawasan dengan potensi pengembangan energi

Kapasitas Sistem Kelistrikan Nabire

Saat ini, kapasitas sistem kelistrikan di Nabire telah mencapai sekitar 42,4 MW, sementara beban puncak diperkirakan sekitar 29,3 MW. Ini menunjukkan adanya potensi untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan di kawasan tersebut.

Alokasi Energi untuk Kabupaten Lain

Alokasi PLTS untuk empat kabupaten lainnya, yaitu Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya, akan dibangun di sejumlah kampung. Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akses energi, tetapi juga mendukung program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) secara keseluruhan.

  • Kapasitas sistem kelistrikan Nabire: 42,4 MW
  • Beban puncak: 29,3 MW
  • PLTS di kampung-kampung
  • Program pengembangan EBT
  • Dukungan dari pemerintah daerah diperlukan

Dengan adanya program energi hijau Prabowo, diharapkan Kabupaten Nabire dan sekitarnya dapat mengalami peningkatan signifikan dalam akses energi yang berkelanjutan. Melalui dukungan yang kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat, energi hijau dapat menjadi solusi utama dalam memenuhi kebutuhan energi di masa depan.

➡️ Baca Juga: Pemerintah Didorong untuk Mempercepat Transformasi Menuju Ekonomi Hijau yang Berkelanjutan

➡️ Baca Juga: Atur Pengingat Lokasi di iPhone untuk Pastikan Semua Aktivitas Tercatat dengan Baik

Related Articles

Back to top button