Balai Taman Nasional Tambora NTB Tingkatkan Pariwisata Olahraga Melalui Tambora Jungle Run

DOMPU – Balai Taman Nasional Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah merintis pengembangan pariwisata olahraga melalui event yang dikenal sebagai Tambora Jungle Run 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk membuka peluang usaha baru, menarik lebih banyak pengunjung, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Tambora.
Strategi Memperkenalkan Kawasan Tambora
Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, menjelaskan bahwa pelaksanaan Tambora Jungle Run yang dijadwalkan pada 30 Agustus 2026 ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya kawasan Tambora kepada wisatawan, baik lokal maupun internasional. Event ini diharapkan dapat menciptakan dampak ekonomi yang positif bagi penduduk setempat.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan Taman Nasional Tambora sebagai destinasi wisata olahraga yang berkelas dunia dan sebagai tempat wisata unggulan di sekitar area ini,” ujar Abdul Azis saat memberikan keterangan kepada media di Dompu, NTB, pada Senin (17/8).
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Abdul Azis menambahkan bahwa dampak ekonomi dari event ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui beragam aktivitas usaha. Hal ini mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan transportasi, kuliner, pemanduan wisata, serta penyediaan berbagai kebutuhan bagi peserta selama acara berlangsung.
Selain berkontribusi pada aktivitas ekonomi, Tambora Jungle Run juga akan berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para peserta mengenai pentingnya konservasi lingkungan. Event ini menjadi bagian dari upaya untuk menjadikan Tambora sebagai salah satu destinasi trail run yang diakui secara internasional.
Kategori Lomba yang Menarik
Salah satu kategori unggulan dalam Tambora Jungle Run 2026 adalah Sea to Summit 40K, yang menghubungkan jalur pesisir dengan pegunungan Tambora melalui rute Doroncanga. Jalur ini menawarkan pengalaman unik bagi peserta, dengan perubahan elevasi yang signifikan.
“Yang paling menarik adalah lintasan yang dimulai dari ketinggian 0 mdpl hingga mencapai sekitar 2.000 mdpl,” ungkap Abdul Azis.
Peluang Wisata yang Lebih Luas
Konsep seperti ini diyakini memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih luas. Peserta tidak hanya akan berfokus pada perlombaan, tetapi juga akan diarahkan untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di sekitar Tambora. Hal ini menciptakan peluang bagi pengembangan pariwisata yang lebih komprehensif.
- Pengalaman lintasan dari pantai ke pegunungan
- Peluang bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam
- Promosi potensi wisata lainnya di sekitar kawasan
- Peningkatan partisipasi masyarakat lokal dalam pariwisata
- Pengembangan produk wisata yang beragam
Abdul Azis menambahkan bahwa konsep Sea to Summit ini dapat dikembangkan menjadi rangkaian perjalanan wisata yang menghubungkan kawasan Tambora dengan potensi wisata lain, termasuk Teluk Saleh yang terkenal sebagai lokasi wisata hiu paus.
Visi Jangka Panjang untuk Wisata di Tambora
“Dalam jangka panjang, kami memiliki visi untuk menghubungkan wisata hiu paus dengan agrowisata, lalu menuju kaldera, atau sebaliknya,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan jaringan pariwisata yang saling terintegrasi dan berkelanjutan.
Abdul Azis juga menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, Tambora Jungle Run akan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan konsep ini kepada wisatawan. Sementara itu, dalam jangka panjang, Balai Taman Nasional Tambora juga sedang mempersiapkan pengembangan agrowisata di zona khusus di kawasan tersebut.
Pengembangan Agrowisata di Kawasan
Pengembangan agrowisata ini akan difokuskan pada wilayah yang sudah menjadi tempat tinggal dan lahan pertanian masyarakat sebelum ditetapkan sebagai taman nasional. Dengan demikian, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
- Penyediaan 10 ribu bibit kemiri
- Penyediaan bibit durian dan alpukat
- Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan tanaman
- Penciptaan sumber pendapatan alternatif
- Pengembangan pusat ekonomi baru di sekitar kawasan
Balai Taman Nasional Tambora telah mempersiapkan sekitar 10 ribu bibit kemiri, serta bibit durian dan alpukat, yang akan dikembangkan secara bersama-sama dengan masyarakat. Diharapkan tanaman-tanaman tersebut dapat memberikan hasil dalam beberapa tahun mendatang, sehingga menjadi sumber pendapatan alternatif sekaligus mendukung pembentukan pusat-pusat ekonomi baru di sekitar kawasan.
Dengan berbagai inisiatif yang sedang dilaksanakan, Tambora Jungle Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam serta pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui event ini, diharapkan Taman Nasional Tambora dapat menjadi salah satu destinasi unggulan dalam pariwisata olahraga dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Bangun Harapan Baru di Tapanuli Selatan: Nindya Karya Siapkan Ratusan Hunian Layak untuk Korban Bencana
➡️ Baca Juga: TNI-Polri Perkuat Sinergi Tanpa Mengambil Kewenangan, Kata Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini




