IPI Siapkan Pustakawan Dedikatif, Kreatif, dan Adaptif Menghadapi Tantangan AI di Rakernas 2026

Jakarta – Dalam menghadapi era disrupsi yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI), Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) berkomitmen untuk melakukan transformasi yang signifikan. Pustakawan diharapkan untuk beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal oleh zaman.
Rapat Kerja Nasional IPI 2026
Komitmen ini diungkapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPI 2026 yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 6 hingga 8 Oktober 2026. Dengan mengusung tema “Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak”, acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk pustakawan dari perguruan tinggi, dinas kearsipan dan perpustakaan, serta pegiat literasi.
Pustakawan sebagai Organisme Hidup
Ketua Umum Pengurus Pusat IPI, Joko Santoso, menekankan bahwa perpustakaan harus dianggap sebagai organisme yang hidup dan terus berkembang, merujuk pada prinsip yang diusung oleh S.R. Ranganathan, yaitu “perpustakaan adalah organisme yang terus tumbuh”.
“Sebagai entitas yang dinamis, IPI tidak boleh berdiam diri. Perkembangan teknologi yang pesat dan arus informasi yang sangat besar menuntut kita untuk selalu beradaptasi dan berinovasi,” ujar Joko saat membuka Rakernas pada hari Selasa (6/10).
Tata Kelola Organisasi yang Baru
Untuk menghadapi tantangan baru ini, IPI mengadopsi tata kelola organisasi yang berlandaskan prinsip ADEM: Advokatif, Demokratis, Efektif, dan Mengayomi.
- Advokatif: Mengupayakan suara dan kepentingan pustakawan serta mendorong kebijakan literasi yang lebih baik.
- Demokratis: Membuka ruang untuk aspirasi dan ide dari seluruh cabang hingga pusat.
- Efektif: Meninggalkan pola kerja yang lamban dan beradaptasi dengan teknologi.
- Mengayomi: Menjadikan IPI sebagai rumah yang ramah bagi semua pustakawan.
“IPI harus menjadi tempat yang nyaman. Sebuah rumah bagi setiap pustakawan untuk bersandar ketika lelah, berkembang ketika ingin maju, dan bekerjasama tanpa memandang jenis perpustakaan yang mereka wakili,” tegas Joko.
Membentuk Pustakawan Masa Depan
Transformasi yang dilakukan oleh IPI tidak hanya terbatas pada organisasi, tetapi juga pada sosok pustakawan itu sendiri. IPI telah merumuskan profil pustakawan masa depan yang dikenal dengan akronim De.K.A.T: Dedikatif, Kreatif, Adaptif, dan Tersertifikasi.
Joko menegaskan bahwa meskipun AI terus berkembang, kekuatan utama pustakawan terletak pada aspek kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin. “Mesin mungkin mampu mengakses triliunan data, tetapi hanya manusia, pustakawan, yang memiliki empati untuk mendengar keluh kesah pemustaka dan memahami perasaan mereka. Ruh dari pelayanan ada pada dedikasi dan komitmen kita, yang tidak akan pernah bisa diambil alih oleh kecerdasan buatan,” jelasnya dengan tegas.
Kreativitas dan Adaptasi Pustakawan
Lebih lanjut, Joko menekankan pentingnya kreativitas pustakawan dalam mengubah batasan layanan tradisional dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi guna memperluas manfaat perpustakaan bagi masyarakat. Sertifikasi menjadi salah satu kunci untuk memastikan profesionalisme dan kompetensi pustakawan di mata publik.
Workshop dan Dialog Strategis
Rakernas kali ini dimulai dengan serangkaian workshop strategis yang meliputi Wiyata Kinarya untuk pembinaan pustakawan, pengembangan SKKNI di bidang perpustakaan, sertifikasi profesi, dan sertifikasi ISO. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Gelar Wicara yang membahas peran pustakawan di era disrupsi, peningkatan kualitas riset, serta manajemen pengetahuan di lembaga.
Call for Papers dan Best Practices
Pada hari Rabu (7/10), forum ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengajukan makalah dan berbagi praktik terbaik mengenai gerakan sosial literasi serta kepustakawanan yang inklusif.
Anugerah Pustakawan Indonesia 2026
Sebagai puncak dari acara tersebut, IPI akan memberikan Anugerah Pustakawan Indonesia (API) 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap pustakawan yang telah berkontribusi secara signifikan dalam dunia perpustakaan di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, IPI bertekad untuk menjadikan pustakawan dedikatif yang tidak hanya mampu bertahan tetapi juga berkembang di tengah tantangan yang dihadapi oleh profesi ini. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, masa depan perpustakaan di Indonesia diharapkan semakin cerah dan berdampak positif bagi masyarakat.
➡️ Baca Juga: Daftar Segera untuk Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Sebelum Kehabisan Tempat!
➡️ Baca Juga: Pria Rampok Pegadaian di Kebon Jeruk dengan Pistol Mainan Akibat Terlilit Utang




