Jakarta – Fransiska Candra Novitasari, yang lebih dikenal dengan nama panggung Siskaeee, mengambil keputusan yang mengejutkan dengan meninggalkan industri konten dewasa. Langkah ini tidak diambil secara terg匄s, melainkan merupakan hasil dari proses refleksi mendalam dan perjalanan menuju pendewasaan diri. Dalam wawancara eksklusif ini, Siskaeee berbagi cerita di balik keputusannya untuk meninggalkan dunia yang pernah menjadi panggungnya sekaligus menjebaknya. Dari pengalaman pahit saat berhadapan dengan hukum, makna di balik nama panggungnya, hingga realitas dan sisi gelap industri konten dewasa yang jarang terungkap, semua dibahas secara mendalam. Selain itu, dia juga menjelaskan upayanya untuk membangun citra baru yang lebih positif, cara menjaga kesehatan mental di tengah hujatan netizen, dan ambisi besarnya di bidang pendidikan dan literasi.
Titik Balik dan Alasan Berhenti
Keputusan Siskaeee untuk meninggalkan industri konten dewasa berakar dari pengalaman menyakitkan yang pernah dijalaninya. “Sebenarnya, alasan saya cukup sederhana. Proses hukum yang saya hadapi sebelumnya adalah titik balik yang membuat saya berkata, ‘Cukup, saya berhenti.’ Semua ini terasa terlalu rumit dan penuh komplikasi,” ungkapnya. Siskaeee merasa bahwa tinggal di negara yang menjunjung tinggi norma dan hukum membuatnya harus ekstra hati-hati. “Setelah dua kali berhadapan dengan kasus hukum, saya merasa sudah cukup. Hidup harus terus berjalan, dan saya ingin tumbuh,” tambahnya.
Namun, saat ditanya apakah keputusan ini murni berasal dari keinginan diri sendiri atau adanya dorongan dari pihak lain, Siskaeee menjelaskan bahwa motivasi utamanya adalah diri sendiri. “Saya sudah menghadapi cukup banyak masalah hukum yang membuat saya merasa kapok. Dulu, saya melihat ini sebagai personal branding, bukan secara langsung mencerminkan kehidupan nyata saya,” jelasnya.
Makna Filosofis di Balik Nama Panggung
Siskaeee juga membahas arti dari nama panggungnya yang unik. “Kenapa saya menggunakan tiga ‘e’? Sebenarnya, itu bukan sesuatu yang saya pikirkan dengan serius. Beberapa teman berpendapat bahwa tiga ‘e’ mungkin melambangkan unsur kehidupan yang terpisah menjadi tiga. Ada juga yang bercanda bahwa itu terkait dengan ‘Persatuan Indonesia’, mengingat konten saya yang dulu,” katanya sambil tertawa. Meskipun demikian, nama tersebut kini telah menjadi bagian dari identitasnya. “Nama Siskaeee sudah melekat pada diri saya. Ini adalah brand yang mudah diingat, dan orang-orang sudah mengenal saya dengan nama itu,” tambahnya.
Sisi Gelap dan Realitas Industri Konten Dewasa
Siskaeee mengungkapkan bahwa tidak semua orang yang berkarier di industri konten dewasa adalah individu yang bekerja sendiri. “Banyak yang tergabung dalam agensi besar, dan saya tidak tahu sisi gelap yang mereka alami. Dari cerita teman-teman, ada isu eksploitasi, pembayaran yang tidak layak, dan utang yang tak masuk akal,” ujarnya. Beruntung, Siskaeee memilih untuk bersolo karier dan tidak terlibat dengan agensi-agensi tersebut.
Pengalaman Pahit Sebagai Kreator Solo
Dia membagikan pengalaman pahit yang pernah dilalui selama berkarier sebagai kreator solo. “Meskipun saya tidak mengalami eksploitasi secara langsung, ketika konten saya viral, konsekuensinya adalah berhadapan dengan hukum. Itu adalah tanggung jawab yang harus saya hadapi,” jelasnya.
Bentuk Tekanan dan Relasi antar-Kreator
Siskaeee juga mengungkapkan bentuk tekanan yang sering dialami oleh para kreator konten dewasa. “Sering kali, ketika bertemu dengan orang yang mengenali saya dari konten dewasa, mereka berharap saya akan bersikap sama seperti di video. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujarnya. Mengenai hubungan antar-kreator, dia menekankan bahwa meskipun ada kolaborasi, terkadang ambisi untuk terkenal bisa mengubah dinamika tersebut.
Proses Transisi Citra dan Menghadapi Stigma
Ketika ditanya tentang proses transisi citra yang sedang dilakukannya, Siskaeee mengakui bahwa itu tidak mudah. “Membangun citra baru di dunia konten kreator membutuhkan waktu. Saya masih ingin menunjukkan sisi menarik saya, tetapi dengan pendekatan yang lebih artistik dan tidak vulgar,” jelasnya.
Respon Terhadap Publik
Menanggapi stigma dari publik yang mungkin belum bisa melepaskan pandangan lama, Siskaeee memilih untuk tidak terlalu merespons. “Saya percaya bahwa setiap tindakan saya ada risikonya, termasuk penilaian dari orang lain. Yang penting adalah konsistensi dalam membuat konten yang positif,” katanya.
Strategi Menjaga Kesehatan Mental
Di tengah hujatan dan kritik yang sering diterima, Siskaeee memiliki cara tersendiri untuk menjaga kesehatan mental. “Saya jarang membaca komentar atau DM. Ketika kita memilih untuk berada di dunia ini, kita harus siap mental. Setiap hujatan adalah bagian dari risiko yang saya ambil,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa bahkan komentar negatif bisa dianggap sebagai bentuk engagement.
Perasaan Tersakiti oleh Komentar Jahat
Walaupun Siskaeee mengaku tidak terpengaruh secara emosional oleh komentar jahat, dia tetap menghargai hak orang untuk berpendapat. “Orang tidak mengenal saya secara pribadi. Mereka hanya melihat saya dari layar. Jadi, tidak apa-apa jika mereka ingin berkomentar. Itu hak mereka,” katanya.
Tanggung Jawab Kreator dan Peran Orang Tua
Ketika membahas tanggung jawab terkait konten untuk anak di bawah umur, Siskaeee menekankan pentingnya pembatasan akses. “Sebagai kreator, saya berusaha membatasi usia penonton di platform saya. Misalnya, di Instagram, saya hanya ingin konten saya dilihat oleh orang berusia di atas 19 tahun,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa peran orang tua dan pengawasan dari pemerintah juga sangat penting dalam hal ini.
Pelajaran Hidup dan Filosofi Zen
Melalui pengalaman pahit yang dilalui, Siskaeee belajar untuk bertanggung jawab atas setiap tindakan. “Saya percaya, berani berbuat berarti berani bertanggung jawab. Semua yang kita lakukan pasti memiliki dampak, baik pada diri sendiri maupun orang lain,” katanya dengan tegas. Dia juga mengakui pentingnya ketenangan dalam hidup. “Saya sekarang lebih memilih untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang, jauh dari drama,” tambahnya.
Mimpi Pendidikan dan Kecintaan pada Buku
Siskaeee memiliki impian untuk mendirikan sekolah mandiri bagi anak-anak yang kurang mampu. “Pendidikan adalah hal yang sangat penting. Saya ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki akses untuk belajar,” ujarnya. Selain itu, dia juga bercita-cita untuk membangun perpustakaan yang dapat diakses oleh semua orang.
Progres Mewujudkan Impian
Meski masih dalam tahap proses, Siskaeee berkomitmen untuk mewujudkan impian tersebut. “Saya masih terlibat dalam beberapa proyek, tetapi saya ingin memiliki perpustakaan dan sekolah saya sendiri,” ungkapnya.
Buku Favorit dan Alasan Kecintaan pada Buku
Siskaeee pun berbagi tentang buku-buku favoritnya. Di antara buku-buku yang dia sukai adalah karya Emma Goldman dan Pramoedya Ananta Toer. “Saya jatuh cinta pada buku sejak kecil. Membaca membuat saya merasa tenang di tengah kebisingan dunia,” katanya.
Pesan untuk Masyarakat
Terakhir, Siskaeee menekankan pesan penting untuk masyarakat. “Jangan cepat menghakimi seseorang hanya berdasarkan masa lalu mereka. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Semua orang berhak untuk tumbuh dan berubah,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Konversi Mobil MBG Toyota Hilux Rangga yang Ganteng dan Berkualitas Tinggi
➡️ Baca Juga: SMP-SMA Al Azhar Raih 9 Penghargaan Prestisius di Al-Muhajirien MUN 2026
