PISA 2025: 40 Persen Anak di Dunia Belum Kuasai Keterampilan Membaca Sebelum SD

Literasi membaca bukan hanya menjadi tantangan yang dihadapi oleh anak-anak di Indonesia, tetapi juga merupakan isu global yang serius. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan data mengkhawatirkan yang menunjukkan bahwa masih banyak pelajar di seluruh dunia yang belum mampu membaca dengan baik, meskipun mereka sudah berada di ambang kelulusan dari pendidikan dasar. “Empat dari sepuluh siswa di seluruh dunia belum mencapai tingkat kemahiran minimum dalam membaca pada akhir jenjang sekolah dasar,” ungkap Mu’ti dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada 9 September 2026. Temuan ini bukan sekadar angka, melainkan pengingat mendesak akan pentingnya meningkatkan kemampuan literasi di kalangan anak-anak.
PISA 2025 dan Tantangan Keterampilan Membaca Global
Hasil terbaru dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan bahwa tantangan ini tidak hanya terdapat di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain. PISA merupakan program yang diinisiasi oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur keterampilan membaca, matematika, dan sains siswa berusia 15 tahun di berbagai negara. Data PISA 2025 mengungkapkan bahwa sekitar 40% anak di dunia masih belum menguasai keterampilan membaca yang memadai sebelum mereka menamatkan pendidikan dasar.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut Mu’ti, situasi ini merupakan pengingat bahwa masih banyak anak yang tidak mendapatkan akses yang memadai terhadap pendidikan dan hak dasar mereka untuk belajar. “Ini adalah peringatan bagi kita semua bahwa banyak saudara-saudara kita yang terhambat dalam mendapatkan akses terhadap hak dasar mereka, yaitu hak untuk belajar, memahami, dan berkembang,” tambahnya.
Peningkatan Skor Literasi Membaca Indonesia
Meski terdapat tantangan yang signifikan, ada kabar baik mengenai perkembangan kemampuan literasi di Indonesia. Menurut laporan PISA 2025, skor literasi membaca Indonesia meningkat menjadi 365 poin, naik enam poin dari 359 pada PISA 2022. Peningkatan ini menjadi sinyal positif dalam upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di tanah air.
- Skor literasi membaca Indonesia: 365 poin (2025)
- Skor literasi membaca Indonesia: 359 poin (2022)
- Peningkatan skor: 6 poin
- Peningkatan juga terjadi pada kemampuan sains: 389 poin (2025)
- Skor sains Indonesia: 383 poin (2022)
Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan indikasi positif bagi perkembangan kemampuan siswa Indonesia. “Tren yang kita lihat adalah positif, dengan adanya kenaikan yang signifikan. Sementara itu, banyak negara lain mengalami penurunan,” jelasnya dalam pernyataan di Jakarta pada 8 September 2026. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, upaya untuk meningkatkan literasi membaca di Indonesia mulai membuahkan hasil.
Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca
Pemerintah Indonesia, melalui Kemendikdasmen, berkomitmen untuk memperkuat berbagai aspek kemampuan siswa, termasuk dalam hal literasi membaca. Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, menyatakan bahwa fokus utama adalah pada pengembangan kemampuan bernalar dan memecahkan masalah di kalangan siswa. “Siswa kita perlu diperkuat dalam hal bernalar dan pemecahan masalah,” ungkapnya.
Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah berencana untuk memberikan dukungan kepada satuan pendidikan yang masih membutuhkan peningkatan capaian. Ini mencakup pelatihan bagi guru, pengembangan kurikulum, dan penyediaan sumber daya pendidikan yang lebih baik. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan siswa Indonesia dapat memiliki keterampilan membaca yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Menatap Masa Depan: PISA 2025 dan Harapan Baru
Meski terdapat peningkatan dalam keterampilan membaca, PISA 2025 juga menunjukkan bahwa skor Indonesia di bidang matematika mengalami penurunan. Skor PISA matematika Indonesia turun menjadi 364 poin dari sebelumnya 366 poin pada 2022. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan pendidikan di bidang ini.
- Skor PISA matematika 2025: 364 poin
- Skor PISA matematika 2022: 366 poin
- Skor PISA sains 2025: 389 poin
- Ranking PISA membaca: 74 (2025)
- Ranking PISA sains: 78 (2025)
Ranking Indonesia di bidang keterampilan membaca pada PISA 2025 berada di peringkat 74, sementara di bidang sains, Indonesia menempati peringkat 78. Meskipun ada peningkatan dalam beberapa aspek, penurunan di bidang matematika menandakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. PISA 2025 diikuti oleh 90 negara, meningkat dari 81 negara pada PISA 2022, menunjukkan bahwa lebih banyak negara berkomitmen untuk meningkatkan pendidikan dan literasi.
Kesimpulan Akhir: Menghadapi Tantangan Literasi Global
PISA 2025 menyoroti bahwa meskipun ada kemajuan dalam keterampilan membaca di Indonesia, tantangan besar masih ada di depan. Dengan sekitar 40 persen anak-anak di dunia belum menguasai keterampilan membaca sebelum menyelesaikan pendidikan dasar, semua pihak harus bersatu untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Melalui langkah-langkah strategis dan dukungan yang tepat, diharapkan generasi mendatang dapat memiliki keterampilan yang memadai untuk berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan komitmen yang kuat dan pendekatan yang terfokus, masa depan literasi anak-anak di Indonesia dan di seluruh dunia dapat menjadi lebih cerah. Saat kita mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks, keterampilan membaca akan tetap menjadi fondasi yang tak tergantikan dalam perjalanan belajar mereka.
➡️ Baca Juga: Membangun Budaya Kerja Disiplin Dimulai Dari Diri Sendiri di Lingkungan Kantor
➡️ Baca Juga: Arema FC vs Persebaya Surabaya 28 April 2026: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Pekan 30




