
Pada bulan April 2023, Indonesia resmi meluncurkan sistem rating game yang dikenal dengan nama IGRS (Indonesian Game Rating System). Tujuan dari sistem ini adalah untuk memastikan bahwa peredaran game di Indonesia sesuai dengan kategori usia yang tepat, sehingga dapat memberikan perlindungan kepada pemain, terutama anak-anak. Dengan adanya IGRS, para pengembang game diharapkan dapat lebih mudah menyesuaikan konten permainan mereka agar sesuai dengan target audiens di Indonesia, dan rating ini akan dicantumkan di berbagai platform game, termasuk Steam.
IGRS Resmi Menjadi Sistem Rating Game di Steam Indonesia
Sejak peluncuran resminya, IGRS telah diterapkan di Steam, salah satu platform distribusi game terbesar di dunia. Banyak game populer kini sudah mendapatkan rating IGRS, dan ini menjadi langkah signifikan bagi industri game di Indonesia. Apa saja game yang telah mendapatkan rating ini, dan bagaimana IGRS mengklasifikasikan game-game tersebut?
Proses Pemberian Rating oleh IGRS
Dari bulan April, platform Steam telah mulai menampilkan rating IGRS untuk game-game yang ada. Rating ini memberikan informasi yang jelas mengenai usia ideal bagi pemain, mulai dari 3, 7, 13, 15, 18 tahun, hingga kategori RC (Refused Classification). Dengan sistem ini, pemain dapat lebih bijak dalam memilih game yang sesuai dengan usia mereka.
Pengenalan Sistem Rating untuk Game Baru
Di bulan Maret 2023, Steam mengumumkan bahwa Indonesia akan memiliki sistem ratingnya sendiri. Kerja sama dengan IGRS ini memungkinkan game-game baru yang akan dirilis harus melalui proses penilaian yang dilakukan menggunakan Steam Content Survey sebelum mereka dapat diakses oleh publik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua game yang diluncurkan di Indonesia telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Rating untuk Game yang Sudah Rilis
Bagi game-game yang sudah ada di Steam, platform ini telah mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan rating usia yang sesuai berdasarkan kriteria IGRS. Valve, sebagai pengelola Steam, juga berkomitmen untuk memberikan informasi kepada pengembang yang perlu memperbarui rating untuk game mereka agar sesuai dengan klasifikasi yang berlaku di Indonesia.
Konsistensi dan Ketepatan Rating
Meskipun banyak game yang sudah mendapatkan rating yang sesuai, tidak sedikit juga yang memiliki klasifikasi yang membingungkan. Beberapa game populer seperti PUBG, Dota 2, dan Umamusume menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam penilaian usia mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan akurasi sistem rating yang diterapkan.
Contoh Kasus Game Populer
Dalam penilaian yang dilakukan, game PUBG tercatat memiliki rating usia 3 tahun, meskipun permainan ini mengandung elemen interaksi daring. Di sisi lain, Dota 2 mendapatkan rating 18+ karena adanya elemen interaksi daring yang berpotensi mengandung unsur rokok, narkotika, serta elemen horor.
- Rating PUBG: 3 tahun – interaksi daring tanpa kekerasan.
- Rating Dota 2: 18 tahun – interaksi daring dengan unsur negatif.
- Rating Umamusume: 18 tahun – karena kegiatan judi dan interaksi daring.
- Rating Balatro: 3 tahun – tanpa keterangan lebih lanjut.
- Rating Crimson Desert: 18 tahun – sesuai konten dewasa.
Pengaruh Rating Terhadap Game Tertentu
Menariknya, Grand Theft Auto V (GTA V) mendapatkan penilaian “Not Fit for Distribution,” yang berarti game ini tidak layak didistribusikan di Indonesia. Meskipun demikian, hingga saat ini, pengguna masih dapat mengunduh dan memainkan game tersebut di platform Steam. Ini menunjukkan adanya ketidakselarasan antara rating resmi dan praktik di lapangan.
Permasalahan dengan Game Lain
Selain GTA V, beberapa game lain seperti Girls’ Frontline 1&2 juga menerima rating yang sama. Sementara itu, game dengan tema dewasa seperti Snowbreak Containment masih diberikan rating 18+, yang menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk menegakkan sistem rating, masih ada tantangan dalam penilaian yang objektif dan akurat.
Solusi untuk Ketidakakuratan Rating
Ketidakakuratan dalam penilaian rating dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk data yang dimiliki Valve yang mungkin tidak lengkap. Salah satu solusi yang dapat diambil oleh pengembang adalah melakukan pendaftaran mandiri atau Self Assessment melalui formulir yang disediakan di situs resmi IGRS. Dengan demikian, mereka dapat mengajukan penilaian yang lebih sesuai dengan konten permainan mereka.
Peran Pengembang dalam Proses Rating
Penting bagi pengembang game untuk mengambil inisiatif dalam proses ini. Dengan melakukan penilaian yang lebih mendalam dan akurat, mereka tidak hanya melindungi pemain dari konten yang tidak sesuai, tetapi juga membangun reputasi yang baik di kalangan komunitas gamer. Sistem rating yang efektif akan memberikan dampak positif bagi industri game di Indonesia.
Dengan adanya IGRS sebagai sistem rating game di Steam Indonesia, diharapkan para pengembang dan pemain dapat lebih memahami dan menghargai pentingnya klasifikasi usia dalam memilih game. Mari kita dukung pengembangan sistem ini agar semakin baik di masa depan.
➡️ Baca Juga: LRT Sumsel Tambah 98 Perjalanan untuk Mendukung Car Free Night di Palembang
➡️ Baca Juga: PGN Mendorong BBG sebagai Solusi Ekonomis untuk Kendaraan di Indonesia




