9 Anggota THE BOYZ Mengajukan Permohonan Putus Kontrak dengan ONE HUNDRED

Jakarta – Berita mengejutkan datang dari dunia K-pop, di mana sembilan anggota grup THE BOYZ telah mengambil langkah drastis dengan mengajukan permohonan pemutusan kontrak dengan agensi mereka, ONE HUNDRED. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, satu anggota, New, memilih untuk tetap bersama agensi. Langkah ini diambil setelah serangkaian masalah yang berakar dari pelanggaran kontrak yang merusak kepercayaan antara artis dan manajemen.
Proses Pemutusan Kontrak
Informasi yang beredar mengungkapkan bahwa para anggota, termasuk Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric, telah mengirimkan somasi kepada CEO ONE HUNDRED, Cha Ga Won, sejak Februari 2026. Mereka menginginkan akhir dari kontrak eksklusif yang telah mereka jalani, mengingat adanya pelanggaran serius yang telah terjadi.
Negosiasi yang berlangsung selama sekitar satu bulan tidak menghasilkan solusi yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh kuasa hukum THE BOYZ, Kim Moon Hee dari Law Firm Yulchon LLC, terungkap bahwa pemutusan kontrak telah dilakukan pada 10 Februari 2026. “Para artis telah memberikan pemberitahuan mengenai pemutusan kontrak karena pelanggaran serius yang merusak hubungan kepercayaan,” jelasnya.
Detail Masalah yang Dihadapi
Dalam penjelasan lebih lanjut, Kim Moon Hee menyoroti bahwa para anggota telah meminta akses terhadap rincian kontrak dan pembayaran sejak Februari, tetapi CEO Cha Ga Won tidak memberikan informasi yang mereka butuhkan selama lebih dari satu bulan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan hilangnya kepercayaan antara artis dan agensi.
- Agensi tidak membayarkan hasil pembagian pendapatan sejak Juli 2025.
- Menolak memberikan dokumen dasar seperti kontrak untuk memastikan transparansi pembayaran.
- Walaupun menerima pembayaran besar dari aktivitas artis, agensi tidak memberikan penjelasan yang memadai terkait hak-hak yang belum dibayarkan.
- Tekanan mental yang dialami anggota karena situasi ini sangat besar.
- New memilih untuk tetap bersama agensi karena alasan pribadi yang tidak diungkapkan.
Dampak Terhadap Karier dan Psikologis
Selama masa ketidakpastian ini, para anggota THE BOYZ tetap melanjutkan aktivitas mereka demi penggemar, meskipun dalam kondisi yang cukup menekan. Kim Moon Hee menegaskan bahwa tekanan mental yang mereka alami cukup signifikan, dan akhirnya mengarah pada keputusan untuk memutuskan hubungan dengan agensi.
Situasi ini menyoroti tantangan yang sering kali dihadapi oleh artis di industri hiburan, terutama yang berhubungan dengan masalah manajemen dan keuangan. Ketidakpuasan ini tidak hanya berdampak pada karier mereka, tetapi juga pada kesehatan mental dan emosional para anggota.
Keputusan New dan Respon Anggota Lain
Meskipun sembilan anggota memilih untuk mengakhiri kontrak, keputusan New untuk tetap bersama ONE HUNDRED menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam grup. Anggota lainnya menghormati keputusan New, meskipun mereka mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang situasi yang dihadapi.
- New tetap di agensi karena alasan pribadi.
- Anggota lain menghormati keputusan tersebut meskipun mereka memilih untuk pergi.
- Keputusan ini menunjukkan solidaritas di antara anggota yang tersisa.
- Mempertahankan hubungan baik meskipun ada perpecahan.
- Kemungkinan dampak pada kolaborasi dan kegiatan grup di masa depan.
Kondisi Keuangan Agensi ONE HUNDRED
Berita yang beredar juga mengungkapkan bahwa agensi ONE HUNDRED mengalami masalah keuangan yang serius. Diketahui bahwa mereka belum membayar miliaran won sejak kuartal ketiga tahun lalu, bahkan menggunakan dana deposit asrama grup sebesar 150 juta won. Hal ini semakin memperburuk situasi dan menambah ketidakpuasan di kalangan anggota grup.
Konser yang dijadwalkan pada 24–26 April di KSPO Dome juga terancam karena agensi tidak menyediakan ruang latihan yang memadai. Para anggota terpaksa harus menyewa ruang latihan sendiri, termasuk menanggung biaya staf, yang menunjukkan betapa parahnya keadaan yang mereka hadapi.
Dukungan yang Hilang dari Agensi
Selain itu, dukungan dasar seperti transportasi untuk artis juga telah dihentikan, memaksa para anggota untuk menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Baru-baru ini, THE BOYZ terlihat pulang menggunakan taksi setelah acara fansign, yang menunjukkan betapa sulitnya situasi yang mereka hadapi.
- Agensi tidak membayar biaya latihan dan transportasi.
- Para anggota harus menanggung biaya sendiri untuk aktivitas.
- Kondisi ini menciptakan ketidaknyamanan bagi para artis.
- Penggemar mulai menyadari masalah di belakang layar.
- Situasi ini dapat memengaruhi reputasi agensi di mata publik.
Masalah Keuangan di Label Lain
Masalah yang dihadapi ONE HUNDRED tidak hanya terbatas pada grup THE BOYZ. Label lain yang berada di bawah CEO Cha Ga Won, seperti Big Planet Made dan INB100, juga dilaporkan mengalami masalah keuangan serupa dengan tunggakan pembayaran yang sangat besar. Hal ini menunjukkan adanya sistemik masalah yang lebih luas dalam manajemen agensi dan label yang dipimpin oleh Cha Ga Won.
Artis lain yang terdampak adalah Xiumin, yang berada di bawah naungan INB100. Perusahaan produksi 815 VIDEO juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka belum menerima pembayaran penuh untuk produksi video musik dan teaser untuk lagu Xiumin berjudul ‘Overdrop’. Ini menjadi sinyal bahaya bahwa banyak artis lainnya juga mungkin menghadapi situasi serupa.
Implikasi untuk Masa Depan K-pop
Ketika sembilan anggota THE BOYZ mengambil langkah ini, mereka tidak hanya mempengaruhi karier mereka sendiri, tetapi juga menggambarkan tantangan yang lebih besar dalam industri K-pop. Pemutusan kontrak ini dapat menjadi contoh bagi artis lain yang menghadapi situasi serupa, mendorong lebih banyak diskusi tentang transparansi, keadilan, dan perlindungan hak-hak artis.
- Potensi perubahan dalam kontrak dan manajemen artis di industri.
- Peningkatan kesadaran akan isu-isu keuangan di kalangan artis dan penggemar.
- Perubahan perilaku agensi terhadap artis dan manajemen keuangan.
- Risiko reputasi bagi agensi yang tidak memenuhi kewajiban mereka.
- Kesempatan bagi artis untuk mencari alternatif pengelolaan karier.
Dengan situasi yang terus berkembang ini, perhatian publik akan semakin meningkat, dan harapan untuk perubahan positif dalam industri K-pop semakin kuat. THE BOYZ mungkin hanya satu dari banyak contoh, tetapi langkah berani mereka dapat membuka jalan bagi lebih banyak artis untuk berbicara dan memperjuangkan hak mereka.
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO: Jasa Marga Berikan Diskon 30% Tol Lebaran 2026, Solusi Mengurai Kepadatan dan Dorongan Ekonomi
➡️ Baca Juga: Mantan Menristekdikti Mohamad Nasir Dilantik Sebagai Ketua MWA Undip Periode 2026-2031




