Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Teknologi UMN Ubah Sampah Residu Menjadi Produk Bernilai Ekonomi yang Menguntungkan

Dalam era di mana kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah semakin meningkat, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengambil langkah inovatif untuk mengubah sampah residu menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui program pengabdian masyarakat yang berfokus pada Bank Sampah IRMAS di Desa Pete, Tangerang, UMN menerapkan teknologi canggih untuk pengolahan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menguntungkan secara finansial.

Inovasi dalam Pengelolaan Sampah Residu

Ketua Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Erick Fernando, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi masalah sampah residu yang kian mengkhawatirkan. Selain itu, program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada transformasi sampah menjadi arang, tetapi juga pada penguatan hubungan antara teknologi digital dan masyarakat, mitra, serta pasar,” jelas Erick pada Selasa, 18 Agustus.

Peran Bank Sampah IRMAS

Bank Sampah IRMAS di Desa Pete terdiri dari 14 anggota yang aktif dalam pengelolaan sampah di kawasan mereka. Melalui program ini, mereka didorong untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran agar pengelolaan sampah menjadi lebih berkelanjutan.

Teknologi untuk Pengolahan Sampah

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Taruma Agni, yang dirancang untuk mengolah sampah residu menjadi arang. Teknologi ini diharapkan mampu menangani limbah yang sebelumnya tidak terkelola dengan baik dan sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai jual.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan

Dalam proses pendampingan, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada teknologi baru. Mereka juga diberikan pelatihan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi tersebut secara mandiri.

Pengembangan Platform Digital

Tim dari UMN juga bertanggung jawab dalam mengembangkan platform digital yang akan mendukung kegiatan operasional Bank Sampah IRMAS. Platform ini berfungsi sebagai media informasi, pencatatan kegiatan, pendaftaran mitra, promosi program, serta pemasaran produk yang dihasilkan.

Strategi CRM untuk Hubungan yang Lebih Baik

Untuk meningkatkan manajemen hubungan, pendekatan Customer Relationship Management (CRM) diterapkan. Ini memungkinkan Bank Sampah IRMAS untuk mengelola interaksi dengan berbagai pihak, termasuk nasabah, mitra RT/RW, dan komunitas dengan cara yang lebih terstruktur.

  • Pengelolaan data mitra yang efisien
  • Peningkatan pelayanan kepada masyarakat
  • Pemantauan kepuasan pengguna
  • Peningkatan loyalitas dan partisipasi masyarakat

Membangun Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan

Erick menekankan bahwa harapan besar dari program ini adalah agar Bank Sampah IRMAS tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan limbah, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem ekonomi masyarakat yang menghubungkan proses produksi, pemasaran, dan kemitraan.

Implementasi Ekonomi Sirkular

Program ini juga mengarah pada penerapan prinsip ekonomi sirkular di tingkat desa. Dengan memanfaatkan sampah residu yang sebelumnya dianggap limbah, upaya ini bertujuan untuk memasukkan kembali material tersebut ke dalam siklus pemanfaatan dengan mengolahnya menjadi produk yang berguna dan bernilai.

Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan ini sejalan dengan berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 mengenai penanganan perubahan iklim.

Keterlibatan Mahasiswa dalam Proyek

Program PKM ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sejumlah mahasiswa UMN juga terlibat dalam pengembangan platform digital, dokumentasi, pelatihan, dan pendampingan teknologi kepada masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian penting dari proses hilirisasi pengetahuan, di mana teknologi dan pengetahuan yang dikembangkan dalam lingkungan akademis dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang ada di masyarakat.

➡️ Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Sebut Nikita Mirzani Sakit dan Harus Diinfus di Rutan

➡️ Baca Juga: Volume Kendaraan Pemudik Meningkat Pesat di Cianjur pada H-4 Lebaran

Related Articles

Back to top button