Pemerintah Umumkan Jadwal Baru Kepulangan 17 Jemaah Umrah Tertunda pada 10 dan 14 Maret 2026

Sebanyak 17 jemaah umrah asal Indonesia telah menerima kepastian mengenai jadwal kepulangan mereka ke Tanah Air, setelah sebelumnya terjebak di Mekkah akibat situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, mengumumkan bahwa jemaah tersebut akan kembali pada tanggal 10 dan 14 Maret 2026.
Pihak PT BMA telah melakukan penjadwalan ulang untuk jemaah yang terdampak.
Muhammad Ilham Effendy, staf teknis yang menangani urusan haji di Jeddah, menjelaskan bahwa mereka terus memantau dan berkoordinasi mengenai kepulangan jemaah umrah Indonesia yang mengalami perubahan dalam jadwal penerbangan.
“Pada tanggal 8 Maret 2026, kami mencatat bahwa 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang dalam proses kepulangan, dan saat ini mereka berada di Mekkah. Mereka direncanakan untuk kembali ke Indonesia pada tanggal 10 dan 14 Maret 2026,” ungkap Ilham dalam keterangannya pada hari Senin, 9 Maret 2026.
Melalui Kantor Urusan Haji (KUH) yang ada di Jeddah, pemerintah berupaya memfasilitasi komunikasi yang efektif dan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan, serta otoritas terkait lainnya. Tim KJRI Jeddah juga berfungsi sebagai penghubung dalam komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan untuk memastikan kelancaran dalam proses kepulangan.
“Tim kami di lapangan terus berkoordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan untuk memastikan bahwa proses pemulangan jemaah dapat berjalan sesuai dengan jadwal penerbangan yang telah ditentukan,” tambah Ilham.
Di samping jemaah dari PT BMA, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang juga menghadapi kendala dalam kepulangan mereka. Proses penjadwalan ulang penerbangan untuk jemaah tersebut sedang dilakukan oleh pihak terkait. Sebagian dari jemaah PT RLW dijadwalkan untuk kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026 menggunakan maskapai Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.
KJRI Jeddah juga memberikan bantuan komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak oleh pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. Saat ini, mereka sedang dalam proses pengembalian dana tiket dan penjadwalan penerbangan pengganti yang dijadwalkan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.
KJRI Jeddah terus melakukan pemantauan terhadap total kepulangan jemaah umrah asal Indonesia. Hingga saat ini, mereka telah memantau kepulangan 2.062 jemaah umrah, sehingga total kepulangan jemaah mencapai 19.509 orang sejak tanggal 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Pada tanggal 8 Maret, tercatat 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.
Informasi lengkap mengenai situasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, yang dirilis pada hari Senin, 9 Maret 2026.
➡️ Baca Juga: Richard Lee Ditahan: Kronologi Mangkir Berulang dan Terciduk Live di TikTok
➡️ Baca Juga: Potensi Dampak Kenaikan Harga Minyak terhadap Tekanan Fiskal APBN 2026



