SMA Labschool Kebayoran Raih Dua Penghargaan di NTUMUN 2026 Singapura

Jakarta – SMA Labschool Kebayoran menorehkan prestasi gemilang di ajang NTU Model United Nations 2026 (NTUMUN 2026), yang berlangsung di Nanyang Technological University, Singapura, pada 13 hingga 15 Maret 2026. Delegasi sekolah ini berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi dari salah satu konferensi Model PBB yang paling kompetitif dan prestisius di kawasan Asia-Pasifik. Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi SMA Labschool Kebayoran sebagai institusi terdepan dalam mencetak pemimpin muda yang memiliki wawasan global dan kemampuan diplomatik yang tinggi.
Pencapaian Prestisius di NTUMUN 2026
Setelah berjuang melalui latihan intensif selama berbulan-bulan, delegasi SMA Labschool Kebayoran berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Delegate yang diraih oleh Nua Kameumeut Ginanjar dalam komite Economic and Social Council (ECOSOC). Selain itu, Audreyanne Putri Bayu dan Nazifa Nur Khalisa Tara juga berhasil mendapatkan penghargaan Verbal Commendation berkat performa luar biasa mereka dalam komite Historical United Nations Security Council (Historical UNSC). Penghargaan-penghargaan ini mencerminkan kemampuan 21 delegasi yang berpartisipasi dalam berdiplomasi, melakukan riset mendalam, serta membangun konsensus di lingkungan simulasi yang kompetitif dan penuh tekanan.
Peran Dukungan Institusional
Pencapaian ini tentunya tidak terlepas dari dukungan institusional yang kuat dari SMA Labschool Kebayoran. Sekolah memberikan berbagai dukungan dalam persiapan delegasi, termasuk:
- Fasilitasi akses terhadap sumber daya pelatihan.
- Alokasi waktu khusus untuk sesi latihan.
- Pembangunan budaya belajar yang mendorong keunggulan akademik.
- Pengembangan keterampilan berdiplomasi dan analisis isu global.
- Pemberian bimbingan dari guru dan pelatih profesional.
Komitmen ini mencerminkan visi SMA Labschool Kebayoran untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga siap berkontribusi secara konstruktif terhadap isu-isu global yang mendesak saat ini.
Manfaat Pengalaman di NTUMUN
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, menyatakan bahwa ajang ini sangat berharga untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan diplomasi siswa. “Ajang ini dapat mengasah kemampuan berpikir kritis dan diplomasi untuk membahas isu-isu penting yang terjadi di seluruh dunia saat ini dan menjadi bekal yang sangat baik bagi generasi muda,” ungkapnya.
Persiapan yang Matang dan Terstruktur
Di balik kesuksesan delegasi, terdapat proses persiapan yang terstruktur dan intensif. Bimbingan dari guru Suhaemah dan Farhan Anggara serta tim pelatih profesional dari Tri Solusi Handayani Anak Indonesia (TSHAI) menjadi kunci dalam keberhasilan ini. Selama beberapa bulan persiapan, para pelatih TSHAI memberikan pelatihan yang mencakup:
- Prosedur parlamenter.
- Pengembangan position paper.
- Kemampuan berbicara di depan umum.
- Strategi negosiasi.
- Simulasi situasi diplomatik.
“Kami bangga anak-anak yang dilatih oleh kami dapat berkontribusi untuk meningkatkan pamor Indonesia melalui kemenangan di kompetisi internasional,” kata perwakilan tim TSHAI.
Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan
Keberhasilan SMA Labschool Kebayoran di NTUMUN 2026 tidak hanya sekadar pencapaian, tetapi juga merupakan titik awal untuk prestasi yang lebih besar di masa depan. Lajema Tresnanova Ginting, salah satu peserta, mengaku bahwa pengalaman ini sangat berharga dalam mengasah keterampilannya dalam berbicara di depan umum dan negosiasi.
Peran Siswa dalam Konferensi
Selain itu, Michaela Kalista Susilo, salah satu siswa dari SMA Labschool Kebayoran, juga mendapat kesempatan untuk berperan sebagai Head Chairperson untuk Komite ASEAN di ajang ini. Ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memegang peran penting dalam pengorganisasian konferensi tersebut.
Mendorong Generasi Muda untuk Berkontribusi
SMA Labschool Kebayoran berkomitmen untuk terus melahirkan delegasi-delegasi berbakat di masa mendatang. Sekolah berharap agar pengalaman ini dapat menginspirasi generasi siswa berikutnya untuk aktif terlibat dalam isu-isu global, serta mengembangkan pemahaman lintas budaya. Ini sejalan dengan semangat kerja sama internasional yang menjadi inti dari Model PBB.
Dengan pencapaian yang telah diraih, SMA Labschool Kebayoran semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada prestasi akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan siswa yang relevan dengan tantangan global saat ini. Keberhasilan ini adalah bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, siswa dapat berprestasi di tingkat internasional dan membawa nama baik Indonesia di kancah dunia.
➡️ Baca Juga: Bunda PAUD Provinsi Lampung Dorong Penguatan Karakter Generasi Emas Sejak Usia Dini
➡️ Baca Juga: Bernardo Silva Ancang-ancang Tinggalkan Manchester City, Pep Guardiola Mulai Panik?




