SGU dan Hokkaido University Bersinergi dengan Pemkab Tangerang untuk Kembangkan Sinergizi

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan, Swiss German University (SGU) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Hokkaido University dari Jepang mengembangkan konsep inovatif bernama Sinergizi. Inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Rektor SGU, Assoc Prof Samuel P Kusumocahyo, menjelaskan bahwa melalui Sinergizi, mereka berusaha menunjukkan bahwa teknologi pangan bisa berkontribusi signifikan dalam pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi lokal.
Memahami Konsep Sinergizi
Konsep Sinergizi dirancang untuk menjadi kebijakan yang dapat diintegrasikan ke dalam peraturan bupati, mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah melalui inovasi di sektor pangan, gizi, dan pertanian. Sinergizi mengedepankan pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi pangan dengan peningkatan gizi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Dalam rangka pengembangan Sinergizi, SGU telah melakukan uji coba dengan menghadirkan produk inovatif berupa bumbu tabur tinggi protein yang terbuat dari tempe semangit. Produk ini direncanakan akan diformulasikan menggunakan bahan pangan lokal yang tersedia di Kabupaten Tangerang. Inisiatif ini juga melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah dalam proses pengolahan, dengan harapan dapat meningkatkan permintaan terhadap hasil pertanian lokal serta membuka peluang pendapatan bagi masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi.
Kolaborasi Internasional untuk Pengembangan Sinergizi
Untuk mendukung pengembangan kebijakan ini, SGU, Pemkab Tangerang, dan Hokkaido University bekerja sama dalam menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan, yang mengedepankan potensi lokal. Hokkaido University, yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan ekosistem pangan di Jepang, diundang untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, delegasi dari SGU dan Pemkab Tangerang telah melakukan kunjungan ke Jepang pada 1-7 Oktober 2026. Selama kunjungan tersebut, mereka berpartisipasi dalam diskusi dengan Faculty of Agriculture, Faculty of Global Food Resources, dan Pemerintah Kota Sapporo, untuk mempelajari kebijakan pertanian serta tata kelola penyediaan pangan yang efektif.
Menjadikan Kabupaten Tangerang Sebagai Living Lab
Kolaborasi ini juga berupaya menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai living lab, atau laboratorium hidup, untuk menguji dan menerapkan inovasi berbasis riset di bidang pangan, gizi, dan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Pengembangan Sinergizi merupakan bagian dari proyek kerja sama yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan total anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk periode Juni 2026 hingga Juni 2027. Pemkab Tangerang juga memberikan dukungan pendanaan untuk program pendamping yang sejalan dengan inisiatif ini.
Rencana Jangka Panjang untuk Sinergizi
Kolaborasi strategis antara SGU, Pemkab Tangerang, dan Hokkaido University direncanakan untuk berlangsung melalui peta jalan kerja sama yang telah disusun selama lima tahun hingga tahun 2031. Rencana ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai keberhasilan jangka pendek namun juga untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Tangerang.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan akan tercipta ekosistem yang mendukung inovasi berkelanjutan serta pengembangan sumber daya lokal. Melalui pendekatan yang terintegrasi, Sinergizi berpotensi untuk menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia, dalam upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Manfaat Sinergizi bagi Masyarakat
Inisiatif Sinergizi diharapkan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, antara lain:
- Peningkatan Kualitas Gizi: Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, masyarakat akan mendapatkan akses pada sumber gizi yang lebih baik.
- Pemberdayaan Ekonomi: Melibatkan masyarakat dalam proses produksi menciptakan peluang pendapatan baru.
- Inovasi Teknologi Pangan: Mengintegrasikan teknologi dalam pengolahan pangan lokal untuk meningkatkan nilai tambah.
- Kemandirian Pangan: Mendorong ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi lokal secara maksimal.
- Pendidikan dan Kesadaran Gizi: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.
Langkah-Langkah Implementasi Sinergizi
Untuk memastikan keberhasilan implementasi Sinergizi, beberapa langkah strategis perlu diambil, antara lain:
- Pemetaan Sumber Daya Lokal: Mengidentifikasi potensi bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan.
- Pendidikan dan Pelatihan: Memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknik pengolahan pangan yang baik.
- Pengembangan Jaringan Kerjasama: Membangun kemitraan antara pelaku usaha lokal, akademisi, dan pemerintah.
- Monitoring dan Evaluasi: Melakukan evaluasi berkala untuk menilai dampak dan efektivitas program.
- Peningkatan Akses Pasar: Menciptakan akses yang lebih baik bagi produk lokal ke pasar yang lebih luas.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan Sinergizi tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan gizi dan ketahanan pangan. Sinergizi menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Etihad Lakukan Konsultasi Hukum Pasca Temuan Pelanggaran Finansial Manchester City
➡️ Baca Juga: Travis Kelce Mengungkap Perasaan Menikahi Taylor Swift yang Lebih Indah dari Ekspektasi




