Dalam hitungan hari menuju Lebaran 2026, ribuan personel Korlantas Polri sudah siap berdiri di garda terdepan untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini. Agus Suryonugroho, Irjen dan Kakorlantas Polri, membagikan informasi ini pada saat berdoa bersama di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, pada Kamis (12/3).
Personel Polri Siap Jaga Arus Mudik
Irjen Agus mengungkapkan bahwa mulai malam Jumat, 13 Maret 2026, mereka telah berada di lapangan untuk mengamati arus mudik Lebaran. Kesiapan ini didasari oleh pentingnya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya dalam periode libur Idul Fitri.
“Kita sudah melakukan pengecekan dan penjagaan di seluruh titik vital untuk memantau arus lalu lintas dan menjaga harkamtibmas,” ungkap Agus.
Operasi Ketupat 2026
Operasi Ketupat 2026, yang akan berlangsung dari 13 hingga 25 Maret, berfokus pada penjagaan arus mudik dan arus balik serta menjaga keamanan masyarakat selama libur Idulfitri. Agus menjelaskan bahwa seluruh skenario tindakan telah disiapkan bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa negara hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami berharap, dengan doa bersama ini, Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.
Agus menambahkan, “Negara memberikan komitmen luar biasa bagi masyarakat yang berangkat ke kampung halaman, karena Operasi Ketupat adalah perjalanan rindu.”
Infrastruktur Siap Sambut Arus Mudik
Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, memastikan bahwa seluruh ruas tol siap melayani pemudik yang diprediksi akan bertambah pada Jumat (13/3). Bahkan, ruas Tol Japek II Selatan telah dinyatakan siap digunakan secara fungsional.
“Jasa Marga seluruh ruasnya siap, bahkan dalam dua hari terakhir sempat difungsionalkan. Termasuk Japek II Selatan juga kami nyatakan siap,” ujar Rivan.
Sistem Single Ticketing
PT ASDP Indonesia Ferry meluncurkan inovasi dengan menerapkan sistem single ticketing di lintas Merak–Bakauheni. Dengan kebijakan ini, kategori tiket eksekutif dihapus dan seluruh layanan disamakan menjadi tiket reguler.
Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, mengatakan bahwa kebijakan ini diputuskan agar pergerakan kendaraan di pelabuhan menjadi lebih fleksibel. “Kami ingin layanan mudik tahun ini dapat berjalan lebih baik lagi,” kata Heru.
“Kami mengimbau masyarakat yang ingin menyeberang dari Jawa menuju Sumatera untuk memilih waktu secara fleksibel karena tidak ada lagi tiket eksekutif. Semua akan kami layani dengan baik dan diarahkan ke seluruh dermaga yang tersedia,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: 5 Rekomendasi Rumah Subsidi Murah di Baleendah Bandung
➡️ Baca Juga: Bunda PAUD Provinsi Lampung Dorong Penguatan Karakter Generasi Emas Sejak Usia Dini
