Reaktivasi 7 Posyandu oleh Dompet Dhuafa Lima Bulan Setelah Bencana Galodo di Agam

Setelah bencana galodo yang melanda Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Dompet Dhuafa bersama dengan Pemerintah Kabupaten Agam mengambil langkah signifikan dalam memulihkan layanan kesehatan masyarakat. Dalam waktu lima bulan, mereka berhasil mereaktivasi tujuh Posyandu yang tersebar di empat jorong dengan melibatkan 42 kader. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki layanan kesehatan, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan setempat.

Forum Diseminasi Program Pemulihan Kesehatan

Penguatan layanan kesehatan ini merupakan bagian dari Forum Diseminasi Program dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana yang diadakan di Nagari Salareh Aia. Forum yang berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, ini menjadi ajang untuk mengevaluasi proses respons dan pemulihan kesehatan serta mendiskusikan kebutuhan masyarakat yang masih perlu ditangani setelah masa tanggap darurat berakhir.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, masyarakat, penerima manfaat, dan sejumlah mitra yang berperan dalam pemulihan. Kehadiran berbagai unsur ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi agar layanan kesehatan dasar tetap berlanjut dan hasil pendampingan dapat diteruskan setelah program pemulihan selesai.

Detail Program Recovery Kebencanaan

Dr. Yeni Purnamasari, General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa pendampingan melalui Program Recovery Kebencanaan dilaksanakan selama enam bulan di Nagari Salareh Aia. Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemulihan fungsi Posyandu, peningkatan kapasitas kader, layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan kelompok rentan, hingga penguatan fasilitas kesehatan.

“Pendampingan yang dilakukan mencakup tujuh Posyandu di empat jorong dengan melibatkan 42 kader. Fokus utama program adalah pada pemulihan fungsi Posyandu dan penguatan kapasitas kader, serta peningkatan layanan kesehatan untuk ibu dan anak,” ujar Yeni.

Respons Kemanusiaan di Fase Tanggap Darurat

Program pemulihan ini merupakan kelanjutan dari respons kemanusiaan Dompet Dhuafa setelah masyarakat Salareh Aia terkena dampak bencana. Pada fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa Singgalang, bersama jejaringnya, telah lebih dulu merespons kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak.

“Di fase tanggap darurat, kami bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena bencana. Setelah kondisi mulai membaik, kebutuhan masyarakat beralih dari pemenuhan darurat menjadi kebutuhan untuk mengembalikan fungsi layanan dasar dan memperkuat kapasitas masyarakat,” jelas Novil Oksan Putra, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Sumatera Barat.

Fokus pada Kelompok Rentan

Dalam fase pemulihan, perhatian utama diarahkan kepada kelompok rentan yang memerlukan akses layanan kesehatan secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut mencakup berbagai kelompok, seperti ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin.

Yeni juga mencatat bahwa partisipasi masyarakat dalam layanan Posyandu menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang program berlangsung. Jumlah kehadiran masyarakat yang sebelumnya hanya 75 orang meningkat menjadi 105 orang, dan partisipasi ibu hamil juga terus mengalami peningkatan.

Data Pendampingan dan Hasilnya

Berdasarkan data pendampingan yang dihimpun, sebanyak 90 persen peserta pos gizi berhasil mengalami kenaikan berat badan lebih dari 300 gram dalam periode tiga bulan. Selain itu, sebanyak 140 balita telah dipantau status gizinya, semua 19 ibu hamil terpantau kondisi gizinya, serta 135 lansia mendapatkan skrining kesehatan.

Dukungan Fasilitas untuk Posyandu

Untuk memperkuat pelaksanaan layanan kesehatan di tingkat masyarakat, LKC Dompet Dhuafa memberikan dukungan fasilitas yang dibutuhkan. Bantuan ini mencakup sejumlah peralatan, seperti antropometri kit, tensimeter, doppler, partus set, serta sarana dan prasarana untuk Posyandu, buku kecakapan kader, dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

Apresiasi dari Kementerian Kesehatan

Dr. Lovely Daisy, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga dari Kementerian Kesehatan RI, memberikan apresiasi terhadap upaya pendampingan yang dilakukan oleh LKC Dompet Dhuafa dalam pemulihan kesehatan masyarakat yang terdampak galodo. Ia menyatakan bahwa keberlanjutan layanan dasar adalah aspek penting dalam membantu keluarga dan kelompok rentan untuk melewati masa transisi pascabencana.

“Pendampingan pos gizi dan posyandu selama lima bulan terakhir oleh LKC Dompet Dhuafa merupakan contoh nyata dari sinergi dalam pemulihan pascabencana galodo. Langkah berkelanjutan ini sangat penting untuk mengembalikan fungsi pelayanan kesehatan dasar, mempercepat pemulihan kesehatan keluarga, serta memberikan perlindungan maksimal bagi kelompok rentan di masa transisi ini,” ungkap Lovely.

Mendukung Kesiapsiagaan dan Kolaborasi

Pemulihan kesehatan di Salareh Aia tidak hanya berfokus pada pengembalian aktivitas Posyandu seperti sebelum bencana. Program ini juga mendorong peningkatan kapasitas kader, penguatan pemantauan kelompok rentan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Dompet Dhuafa dan pemerintah setempat, diharapkan masyarakat dapat kembali memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan. Komitmen untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan ini menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

➡️ Baca Juga: PGN Mendorong BBG sebagai Solusi Ekonomis untuk Kendaraan di Indonesia

➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO: Oppo Luncurkan Ponsel Lipat Ultra Tipis dengan Stylus, Siap Saingi Galaxy Z Fold 7

Exit mobile version