Ransomware Semakin Canggih, Mengapa Backup Saja Tidak Cukup Lagi untuk Keamanan Data?

Saat ini, semakin banyak organisasi yang mengalami transformasi digital. Namun, seiring dengan peningkatan adopsi kecerdasan buatan (AI), ancaman siber juga semakin kompleks dan canggih. Di masa lalu, serangan siber sering kali berfokus pada gangguan data digital, tetapi kini penjahat siber memanfaatkan teknologi AI untuk mengidentifikasi celah kerentanan dengan lebih cepat, bahkan memperluas serangan mereka hingga mengendalikan sistem fisik. Fenomena ini telah menjadi topik hangat yang dibahas dalam berbagai forum teknologi, termasuk acara tahunan yang diselenggarakan oleh Synology. Dalam konteks ini, isu ketahanan siber menjadi sangat penting untuk kelangsungan operasional bisnis.
Menggambarkan Kesiapan Bisnis terhadap Ancaman Siber
Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu, membagikan hasil survei yang dilakukan terhadap kesiapan bisnis di Indonesia dalam menghadapi ancaman siber yang kian berkembang. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 8,4% perusahaan yang merasa sangat siap untuk bertahan dan pulih dari serangan berbasis AI. Selain itu, hanya sekitar 24% perusahaan yang yakin bahwa mereka dapat memulihkan sistem mereka dengan cepat ketika mengalami serangan ransomware. Kelemahan yang sering muncul adalah anggapan bahwa memiliki cadangan data sudah cukup untuk menjaga keamanan data mereka.
Ransomware dan Tantangannya
Pada kenyataannya, serangan ransomware dapat menyebabkan kerugian yang signifikan, tidak hanya dari segi finansial tetapi juga reputasi perusahaan. Serangan ini seringkali berakhir dengan data yang terenkripsi dan tidak dapat diakses, yang dapat mengakibatkan gangguan operasional yang serius. Clara menegaskan bahwa pendekatan tradisional dalam mengelola cadangan data perlu diperbarui secara menyeluruh. “Hanya memiliki cadangan tidaklah cukup. Kita perlu memastikan bahwa cadangan tersebut selalu bersih, terlindungi, dan dapat dipulihkan,” ujarnya. Ini menekankan pentingnya bukan hanya melakukan backup, tetapi juga memastikan bahwa backup tersebut berfungsi dengan baik saat dibutuhkan.
Strategi Backup yang Diperbarui
Dalam menghadapi tantangan ransomware yang semakin kompleks, strategi konvensional seperti model 3-2-1 harus diperbarui. Model ini biasanya menyarankan penggunaan tiga salinan data, dengan dua di antaranya disimpan di media yang berbeda dan satu di lokasi offsite. Namun, Clara mengingatkan bahwa saat ini, perusahaan perlu menambahkan salinan data yang bersifat immutable atau offline untuk meningkatkan keamanan. Pemisahan antara infrastruktur cadangan dan sistem utama juga perlu dilakukan agar risiko serangan dapat diminimalkan.
- Model 3-2-1 tidak lagi cukup efektif.
- Backup harus mencakup salinan immutable untuk perlindungan ekstra.
- Pemisahan infrastruktur cadangan dan produksi sangat penting.
- Perlunya pengelolaan cadangan secara terpusat.
- Keamanan data harus menjadi prioritas utama dalam strategi TI.
Risiko Mengabaikan Keamanan Data
Clara memperingatkan bahwa jika infrastruktur cadangan dan sistem produksi tidak dipisahkan, risiko kehilangan data akan meningkat secara signifikan. “Jika sistem produksi dan cadangan berada dalam jaringan yang sama, bayangkan jika sistem tersebut diserang oleh malware; semuanya bisa hilang,” jelasnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk mengelola cadangan mereka dalam lingkungan yang terpisah agar dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi akibat serangan siber.
Solusi Inovatif dari Synology
Untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh banyak perusahaan saat ini, Synology telah memperkenalkan Active Protect Appliance. Perangkat ini mengintegrasikan teknologi immutability WORM (Write Once, Read Many) yang memastikan bahwa data cadangan tidak dapat dihapus atau diubah. Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan fitur tamper-proof clock dan air gap otomatis yang akan memutus koneksi jaringan setelah proses pencadangan selesai. Dengan langkah-langkah ini, risiko serangan dapat diminimalkan secara signifikan.
Manfaat Teknologi Immutability
Teknologi immutability menjadi salah satu solusi yang paling efisien untuk melindungi data dari ancaman ransomware. Beberapa manfaatnya meliputi:
- Data cadangan yang tidak dapat diubah atau dihapus.
- Keamanan tambahan melalui pemutusan koneksi jaringan.
- Pemulihan data yang lebih cepat dan efisien.
- Pengurangan risiko kehilangan data akibat serangan siber.
- Perlindungan terhadap kesalahan manusia yang tidak disengaja.
Kesimpulan: Menghadapi Ransomware dengan Strategi yang Tepat
Dengan meningkatnya ancaman ransomware dan kompleksitas serangan siber, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif dalam melindungi data mereka. Hanya mengandalkan backup tradisional tidak akan cukup lagi. Perlu ada inovasi dalam strategi backup dengan menerapkan teknologi immutability dan memisahkan infrastruktur cadangan dari sistem utama. Melalui langkah-langkah ini, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan siber mereka dan melindungi data yang berharga dari ancaman yang semakin canggih.
➡️ Baca Juga: Warga Kota Bandung Didorong untuk Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai demi Lingkungan
➡️ Baca Juga: Rindu Semalam Titi Kamal: Mengungkap Kesuksesan Dangdut Modern yang Viral




