Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait potensi gangguan logistik yang dapat mempengaruhi para pemain diaspora Timnas Indonesia. Situasi ini muncul menjelang pelaksanaan FIFA Series 2026 yang dijadwalkan pada akhir Maret, di mana ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur penerbangan internasional. PSSI dihadapkan pada tantangan berat untuk memastikan seluruh skuad dapat berkumpul sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Rute penerbangan yang biasa dilalui oleh para pemain diaspora kini terancam oleh kondisi geopolitik yang tidak stabil.
Arya Sinulingga menjelaskan bahwa situasi di Timur Tengah telah menciptakan ketidakpastian dalam akses perjalanan udara dari berbagai kota di Eropa menuju Indonesia. Oleh karena itu, federasi memilih untuk menunda pemesanan tiket pesawat bagi para pemain yang berkarir di Benua Eropa.
“Saya merasa khawatir mengenai penerbangan rekan-rekan kita, karena jumlah yang dapat bertanding dari Eropa sangat terbatas. Kita semua mengetahui bagaimana situasi di Timur Tengah saat ini,” ujar Arya saat sebuah pertemuan di Jakarta.
Saat ini, PSSI masih menunggu perkembangan terbaru terkait koridor udara yang aman untuk dilalui. Beberapa opsi, termasuk menggunakan rute alternatif melalui Amerika Serikat, sedang dipertimbangkan untuk mencari solusi terbaik. “Kami akan mencari cara untuk memastikan apakah mungkin bagi mereka untuk terbang ke Indonesia atau tidak,” tambahnya.
Di samping tantangan logistik yang dihadapi di tingkat global, Timnas Indonesia juga harus berhadapan dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Arya Sinulingga menekankan bahwa jadwal pemusatan latihan Timnas bersinggungan langsung dengan periode hari raya Lebaran, yang dapat memengaruhi kehadiran para pemain.
Walaupun kompetisi di liga domestik dijadwalkan untuk berhenti, umumnya para pemain lokal memiliki keinginan yang tinggi untuk kembali ke kampung halaman guna merayakan Lebaran. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih John Herdman dalam menyusun tim terbaiknya.
“Sekarang, mendekati akhir Liga (Super) seharusnya sebagian besar sudah bisa hadir, mungkin,” ungkap Arya. “Namun, ini juga bertepatan dengan Lebaran. Pasti para pemain kita ingin pulang untuk merayakan. Ini adalah waktu yang sangat singkat bagi pelatih untuk mengumpulkan mereka.”
Di tengah berbagai tantangan yang ada, Pasukan Garuda telah dijadwalkan untuk bertanding dalam FIFA Series 2026. Pertandingan perdana mereka akan melawan Saint Kitts-Nevis pada 27 Maret 2026.
Hasil dari pertandingan tersebut akan menentukan langkah Indonesia menuju partai final. Di final, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan pemenang antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon, yang dijadwalkan bertanding pada 30 Maret.
Informasi lebih lanjut mengenai kekhawatiran yang dihadapi PSSI dan persiapan Timnas Indonesia akan terus disampaikan melalui pernyataan resmi yang akan dirilis dalam waktu dekat.
➡️ Baca Juga: Hello world!
➡️ Baca Juga: Alasan untuk Membeli iPad Air Kini Semakin Berkurang, Temukan Faktanya di Sini
