Program Intervensi Pangan Berlanjut Hingga Lebaran untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta – Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan pokok menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Badan Pangan Nasional (Bapanas), bersama berbagai mitra, telah melaksanakan serangkaian program intervensi pangan sejak sebelum bulan Ramadan. Pelaksanaan program ini akan terus berlanjut hingga mendekati hari raya Idulfitri, guna memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Rangkaian Program Intervensi Pangan

Berbagai langkah intervensi pangan yang telah dilaksanakan sepanjang Ramadan hingga menjelang Idulfitri mencakup Gerakan Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras, serta mobilisasi stok melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Selain itu, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng juga turut disalurkan kepada masyarakat.

Stabilitas Pangan yang Terjamin

“Sesuai dengan instruksi Kepala Bapanas, Bapak Andi Amran Sulaiman, kami memastikan bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melanjutkan berbagai program intervensi pangan hingga Lebaran, agar ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap terjaga,” ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam pernyataannya di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (14/3).

Tujuan dan Manfaat Program Intervensi Pangan

Inti dari program intervensi pangan adalah untuk memperluas akses terhadap pangan yang terjangkau bagi masyarakat. Program ini juga bertujuan untuk menjembatani daerah yang memiliki surplus pangan dengan daerah yang mengalami defisit. Dengan demikian, program ini menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pelaksanaan Berbagai Program Intervensi

“Tidak hanya GPM, kami juga menjalankan SPHP untuk beras. Program FDP pun kami terapkan. Ketika terjadi lonjakan harga dan ada pasokan yang melimpah, kami akan segera melakukan distribusi untuk menstabilkan harga. Dalam hal ini, kami memiliki berbagai program, termasuk bantuan pangan yang ditujukan bagi 33,2 juta keluarga yang akan diberikan pada bulan Maret ini,” tambah Deputi Ketut.

Kolaborasi untuk Menghadirkan Akses Pangan

Pelaksanaan program-program intervensi pangan tidak terlepas dari upaya kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga asosiasi pelaku usaha pangan, semua pihak berkontribusi untuk menyediakan akses pangan yang terjangkau di berbagai lokasi di seluruh Indonesia.

Keterlibatan Pemerintah Daerah

“Tentu saja, program intervensi pangan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah berperan aktif dalam kolaborasi ini. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi tanpa kendala. Semoga ini juga dapat berkontribusi dalam pengendalian inflasi,” jelas Deputi Bapanas Ketut.

Realitas Program Gerakan Pangan Murah

Sebagai bagian dari program GPM, selama bulan Maret ini telah dilaksanakan 789 kegiatan di berbagai daerah, mencakup 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota. Selain menyediakan pangan secara umum, pemerintah juga menyelenggarakan GPM khusus yang menawarkan daging ayam beku berkualitas premium dengan harga sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP).

GPM Khusus Daging Ayam Beku

GPM khusus untuk daging ayam beku ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idulfitri. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bapanas dengan beberapa perusahaan besar dalam industri pangan, seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk. Masyarakat dapat mengecek lokasi GPM daging ayam ras beku melalui tautan: bit.ly/gpmdagingayam2026.

Stabilisasi Harga Daging Ruminansia

Selain itu, program GPM khusus lainnya untuk stabilisasi harga daging ruminansia juga didorong oleh Bapanas bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari. Harapannya, pasokan daging sapi dan kerbau dapat diakses oleh masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau melalui outlet-outlet BUMN pangan yang tergabung dalam ID FOOD.

Pencapaian SPHP Beras

Untuk program SPHP beras, pelaksanaannya terus berlanjut tanpa jeda oleh Perum Bulog. Hingga 13 Maret, realisasi penjualan beras dalam program SPHP telah mencapai 19,5 ribu ton. Masyarakat dapat membeli hingga 5 kemasan beras ukuran 5 kilogram (kg) dan juga tersedia kemasan 2 kg dengan batas pembelian maksimal 2 kemasan.

Fasilitasi Distribusi Pangan

Sementara itu, realisasi program FDP hingga Maret telah mencapai 13.916 kg yang terdiri dari berbagai komoditas, termasuk cabai rawit merah 5.590 kg, sapi hidup 5.126 kg, beras 2.000 kg, dan Minyakita sebanyak 1.200 liter. Beberapa daerah yang menjadi tujuan distribusi FDP mencakup Kabupaten Mahakam Ulu di Kalimantan Timur, Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta, serta Lombok Tengah dan Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat hingga Kepulauan Riau.

Bantuan Pangan untuk Keluarga Miskin

Terakhir, program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng sudah mulai didistribusikan sejak minggu pertama bulan Maret ini. Hingga 14 Maret, sebanyak 232.076 penerima telah mendapatkan paket bantuan stimulus ekonomi ini. Secara keseluruhan, beras yang telah disalurkan mencapai 4,64 juta kg dan minyak goreng sebanyak 928,3 ribu liter.

Stok Pangan Nasional yang Kuat

Gencarnya pelaksanaan program intervensi pangan oleh pemerintah ini tidak terlepas dari kestabilan stok pangan nasional yang terjaga dengan baik. Capaian ini juga telah disampaikan oleh Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 13 Maret.

➡️ Baca Juga: Gubernur Mirza Apresiasi Pemaparan Progres Pembangunan di Kabupaten Lampung Barat

➡️ Baca Juga: Sidang Isbat Idul Fitri 2026: Kemenag Tetapkan Tanggal 19 Maret, Potensi Perbedaan dengan Muhammadiyah

Exit mobile version