Petani MAJU Summit 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Pertumbuhan Pertanian Berkelanjutan

Jakarta – Mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani memerlukan upaya kolaboratif lintas sektor yang dapat menghubungkan berbagai kebijakan, penelitian, inovasi, dan kebutuhan riil petani di lapangan. Prinsip inilah yang mengilhami penyelenggaraan Indonesia Petani MAJU Summit 2026, sebuah forum yang mempertemukan pemerintah, anggota legislatif, peneliti, pelaku industri, serta petani dalam satu wadah dialog untuk memperkuat sinergi demi kemajuan sektor pertanian di Indonesia.
Dialog Lintas Sektor untuk Pertanian Berkelanjutan
Indonesia Petani MAJU Summit menyediakan platform untuk dialog antara berbagai pihak guna membahas bagaimana kebijakan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi bisa diimplementasikan menjadi solusi yang relevan bagi petani, sekaligus mendukung agenda pangan nasional.
Sinergi untuk Kedaulatan Pangan
Dengan tema “Sinergi Kebijakan, Riset, dan Inovasi Demi Mendukung Kedaulatan Pangan”, forum ini menghadirkan berbagai perspektif dari sejumlah tokoh penting, termasuk Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, serta anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari. Hadir juga Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, dan Principle Scientist, Head – Rice Genetic Design & Validation Unit IRRI, Prof. Dr. Inez Slamet-Loedin, serta perwakilan petani, H. Sardi.
Keberagaman perspektif yang dibawa oleh para pembicara menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak dapat dicapai oleh satu sektor tunggal. Kebijakan harus berlandaskan pada penelitian, penelitian tersebut perlu diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan, dan pada akhirnya, inovasi tersebut harus memenuhi kebutuhan serta memberikan manfaat nyata bagi para petani.
Mendorong Inovasi dan Keberlanjutan
Dalam pidato kunci yang disampaikan, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, menekankan pentingnya dukungan terhadap berbagai inisiatif yang dapat membantu industri lokal dalam mengembangkan inovasi serta mendorong penerapan praktik keberlanjutan. Ia menyatakan bahwa inovasi yang berkelanjutan adalah kunci untuk menjaga daya saing sektor pertanian di tengah tantangan global.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan inovasi. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa inovasi dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan yang berkelanjutan.
Bagi sektor pertanian, inovasi tidak hanya sebatas pada teknologi baru, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan praktik pertanian. Pendekatan yang holistik ini menjadi sangat penting agar sektor pertanian dapat beradaptasi dengan perubahan iklim dan tantangan lainnya.
Peran Parlemen dalam Kebijakan Pertanian
Sementara itu, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, anggota Komisi IV DPR RI, menyoroti peran penting lembaga legislatif dalam memastikan bahwa kebijakan pangan dan pertanian dapat berjalan secara efektif. Ia menjelaskan bahwa fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, dan monitoring harus dilakukan secara terintegrasi untuk menciptakan kebijakan yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Menurutnya, penelitian dan inovasi harus menjadi fondasi utama dalam penyusunan dan implementasi kebijakan pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa jembatan antara penelitian dan kebutuhan nyata sektor pertanian harus dibangun, sehingga kebijakan dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak yang lebih terukur bagi para petani.
Pertanian Sebagai Pilar Pembangunan Nasional
Dari sudut pandang pembangunan nasional, Deputi Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara agraris, di mana sektor pertanian akan selalu memegang peranan penting dalam perjalanan pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa pertanian bukan hanya sekadar sektor yang bertanggung jawab dalam penyediaan pangan, tetapi juga memiliki keterkaitan yang erat dengan perekonomian, pembangunan wilayah, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
“Negara kita adalah negara agraris dan sektor pertanian tidak akan pernah mati,” ungkap Teguh Sambodo. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa sektor pertanian harus terus diperkuat, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan tetapi juga untuk menunjang pembangunan ekonomi secara keseluruhan.
60 Tahun Bersama Petani: Melangkah Maju
Momentum ini juga menandai perjalanan 60 tahun bersama petani, di mana berbagai inisiatif dan program telah diluncurkan untuk mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan petani. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, lembaga penelitian, dan petani, diharapkan sektor pertanian dapat terus beradaptasi dan berkembang, serta memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.
Dengan pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif, Indonesia Petani MAJU Summit 2026 menjadi langkah awal yang penting dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang tepat untuk mencapai pertanian berkelanjutan. Ini adalah sebuah komitmen untuk memastikan bahwa sektor pertanian Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan saat ini, tetapi juga dapat berkelanjutan untuk generasi mendatang.
- Kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
- Pentingnya penelitian dan inovasi dalam kebijakan pertanian.
- Peran parlemen dalam mengawasi dan mengatur kebijakan pangan.
- Inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
- Komitmen jangka panjang untuk kesejahteraan petani.
➡️ Baca Juga: Pengaruh Warna Ruangan Terhadap Kestabilan Emosi dan Kesehatan Mental Anda
➡️ Baca Juga: FCC Larang Penjualan Router Asing Baru di AS karena Isu Keamanan Siber yang Meningkat




