Mitoma Bawa Jepang Ciptakan Sejarah, Kalahkan Inggris 1-0 di Wembley

LONDON – Kaoru Mitoma muncul sebagai pahlawan ketika Tim Nasional Jepang meraih kemenangan bersejarah 1-0 atas Tim Nasional Inggris dalam laga persahabatan yang digelar di Wembley pada Rabu (1/4) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Samurai Blue, menandai pencapaian pertama mereka atas Inggris dalam sejarah pertemuan kedua tim.
Pencapaian Bersejarah Jepang
Gol cepat yang dicetak oleh Mitoma memastikan bahwa Jepang berhasil mengakhiri penantian panjang mereka setelah sebelumnya mengalami dua kekalahan dan satu hasil imbang dalam pertemuan melawan Inggris. Pertandingan ini menjadi yang pertama bagi kedua tim sejak 2010, dan Jepang yang dibesut oleh pelatih Hajime Moriyasu menunjukkan performa yang sangat solid, menciptakan malam yang tak terlupakan bagi para pendukung mereka.
Kekalahan ini menjadi sorotan bagi Inggris, yang tidak hanya harus menghadapi cemoohan dari publik mereka sendiri, tetapi juga mencatat kekalahan pertama dari tim Asia dalam 11 pertandingan terakhir. Sementara itu, performa tenang dan terukur dari Jepang semakin mengukuhkan status mereka sebagai kekuatan baru dalam dunia sepak bola, disambut dengan meriah oleh ratusan suporter yang hadir di tribun Wembley.
Tren Positif Tim Samurai Blue
Saat ini, Jepang menempati peringkat ke-18 dalam klasemen dunia versi FIFA dan sedang dalam momentum positif dengan lima kemenangan beruntun. Dari lima kemenangan tersebut, dua di antaranya sangat impresif, termasuk hasil melawan Tim Nasional Brasil pada bulan Oktober serta kemenangan 1-0 atas Skotlandia yang terjadi akhir pekan lalu. Ini adalah tanda bahwa Jepang siap menghadapi tantangan di level yang lebih tinggi.
Setelah mengalami kegagalan di babak 16 besar dalam enam edisi Piala Dunia terakhir, kini Jepang membidik pencapaian baru yang lebih ambisius: menembus perempat final untuk pertama kalinya. Penampilan mereka yang meyakinkan saat mengalahkan Inggris menjadi sinyal bahwa target ini bukanlah hal yang mustahil, terutama menjelang turnamen yang akan berlangsung di Amerika Utara pada bulan Juni dan Juli mendatang.
Performa Inggris yang Mengecewakan
Di sisi lain, Inggris menutup jeda internasional dengan berbagai pertanyaan yang belum terjawab. Pertandingan ini menjadi laga kandang terakhir sebelum mereka memulai perburuan trofi mayor pertama sejak Piala Dunia 1966, namun penampilan yang ditunjukkan oleh tim asuhan Thomas Tuchel jauh dari harapan. Ini menjadi pengingat bahwa meskipun Inggris banyak diunggulkan, performa di lapangan tetap menjadi penentu.
Kesempatan bagi para pemain pelapis untuk menunjukkan kemampuan dan mengamankan tempat di skuad 26 pemain untuk Piala Dunia kembali terbuang. Setelah sebelumnya hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Uruguay, pelatih Tuchel kembali menyaksikan keterbatasan dalam kedalaman skuadnya. Ini tentunya menjadi perhatian serius menjelang turnamen akbar tersebut.
Persiapan Menjelang Piala Dunia
Pelatih Thomas Tuchel dijadwalkan untuk mengumumkan skuad final pada bulan Mei, dengan dua laga uji coba yang akan berlangsung melawan Selandia Baru dan Kosta Rika di Florida sebelum laga pembuka melawan Kroasia pada 17 Juni. Ini adalah momen penting bagi Inggris untuk memperbaiki performa mereka dan memastikan bahwa para pemain yang terpilih akan siap untuk menghadapi tantangan di Piala Dunia.
Kekhawatiran mengenai kebugaran kapten tim Harry Kane juga menjadi perbincangan. Kane absen dalam pertandingan ini karena masalah cedera ringan, dan Tuchel mengakui bahwa dirinya belum menemukan pengganti yang ideal jika Kane tidak fit. Hal ini menambah ketidakpastian menjelang turnamen yang semakin dekat.
Strategi dan Kinerja Tim
Eksperimen yang dilakukan dengan menempatkan Phil Foden sebagai “false nine” tidak memberikan hasil yang diharapkan. Penyerang asal Manchester City tersebut kembali tampil dibawah ekspektasi, melanjutkan musim yang kurang memuaskan. Ini merupakan tantangan bagi Tuchel untuk mencari solusi di lini depan yang efektif.
- Kekalahan pertama Inggris dari tim Asia dalam 11 laga terakhir
- Jepang meraih kemenangan perdana atas Inggris dalam sejarah pertemuan kedua tim
- Jepang sedang dalam tren positif dengan lima kemenangan beruntun
- Harry Kane mengalami masalah kebugaran menjelang Piala Dunia
- Performa Foden sebagai false nine tidak memuaskan
Nama-nama seperti Cole Palmer, Morgan Rogers, Marc Guehi, Kobbie Mainoo, dan Anthony Gordon juga tidak mampu memberikan dampak yang berarti. Hal ini membuat pelatih Tuchel tampak frustrasi di tepi lapangan, terlebih saat timnya tidak mampu menciptakan banyak peluang berbahaya di babak kedua.
Gol Penentu dari Mitoma
Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan Jepang lahir pada menit ke-23 melalui skema serangan balik yang cepat. Palmer kehilangan bola di area pertahanan sendiri, dan Mitoma dengan cerdas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meluncurkan serangan. Kerjasama yang baik antara Mitoma dan Keito Nakamura di sisi kiri lapangan berujung pada penyelesaian yang tenang dari jarak 12 yard, menaklukkan kiper Inggris.
Inggris sempat memberikan ancaman melalui upaya jarak jauh dari Elliot Anderson yang memaksa kiper Zion Suzuki melakukan penyelamatan yang gemilang. Namun, secara keseluruhan, performa mereka tetap datar dan tidak mampu membongkar pertahanan Jepang yang terorganisir dengan baik hingga akhir pertandingan.
Kemenangan ini memberikan sinyal positif bagi Jepang, yang kini siap untuk menghadapi tantangan lebih besar di Piala Dunia mendatang, sementara Inggris harus segera melakukan evaluasi menyeluruh agar tidak terjebak dalam hasil buruk menjelang turnamen bergengsi tersebut.
➡️ Baca Juga: Audi Persiapkan Bengkel Siaga Tingkatkan Layanan Jelang Mudik Lebaran 2026
➡️ Baca Juga: Dishub Kota Bogor Laksanakan Rampcheck pada 6 Bus Mudik Gratis Jelang Keberangkatan




