Mini Race Jolloro, Hiburan Seru Ngabuburit Warga Maros yang Meriah
Ketika matahari mulai terbenam di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, suasana menjadi lebih meriah. Bukan hanya karena waktu berbuka puasa semakin dekat, tetapi juga karena adanya hiburan yang selalu dinanti-nantikan oleh warga setempat, yaitu mini race Jolloro. Perlombaan perahu mini tanpa awak ini telah menjadi tradisi tahunan yang meramaikan bulan Ramadan. Dengan peserta yang antusias dan penonton yang memadati area perlombaan, mini race Jolloro telah menjadi bagian dari meriahnya ngabuburit di Maros.
Mini Race Jolloro: Sebuah Tradisi Unik Ngabuburit di Maros
Seiring dengan berjalannya waktu, warga Maros telah mengembangkan cara unik mereka sendiri untuk memeriahkan waktu menunggu berbuka puasa, atau yang biasa dikenal dengan ngabuburit. Salah satunya adalah dengan mengadakan perlombaan mini race Jolloro. Perlombaan ini melibatkan perahu mini tanpa awak yang dapat bergerak dengan tenaga baterai dan dinamo yang dirakit sendiri oleh para peserta.
Cara Kerja Mini Race Jolloro
Perahu-perahu mini yang digunakan dalam perlombaan ini dipacu di atas permukaan tambak. Mereka harus mencapai garis akhir perlombaan untuk menjadi pemenang. Ini bukanlah tugas yang mudah, karena setiap peserta harus merakit perahu mereka sendiri dan memastikan bahwa perahu tersebut dapat bergerak dengan cepat dan stabil di atas air.
Antusiasme Peserta dan Penonton Mini Race Jolloro
Antusiasme warga Maros terhadap mini race Jolloro tidak perlu diragukan lagi. Bukan hanya warga lokal, perlombaan ini juga menarik peserta dari daerah lain di Sulawesi Selatan seperti Barombong dan Pangkep. Tercatat ada sekitar 60 peserta dari tiga daerah tersebut yang ikut ambil bagian dalam perlombaan.
Keterlibatan Pemuda dan Pemerintah Desa
Keberhasilan mini race Jolloro tidak lepas dari peran aktif pemuda setempat dan kerjasama dengan pemerintah desa serta mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN). Mereka bekerja sama untuk merancang dan menyelenggarakan perlombaan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan meriah setiap tahunnya.
- Mini race Jolloro merupakan perlombaan perahu mini tanpa awak yang digelar menjelang waktu berbuka puasa.
- Perahu mini tersebut dapat bergerak menggunakan tenaga baterai dan dinamo yang dirakit sendiri oleh para peserta.
- Perlombaan ini tidak hanya diikuti oleh warga Maros, tetapi juga menarik peserta dari daerah lain di Sulawesi Selatan.
- Sebanyak 60 peserta dari tiga daerah ikut ambil bagian dalam perlombaan.
- Keberhasilan perlombaan ini tidak lepas dari peran aktif pemuda setempat dan kerjasama dengan pemerintah desa serta mahasiswa KKN.
Dengan semaraknya mini race Jolloro, warga Maros telah membuktikan bahwa ngabuburit dapat menjadi lebih dari sekadar menunggu waktu berbuka puasa. Dengan kreativitas dan semangat kebersamaan, mereka telah menciptakan tradisi ngabuburit yang unik dan meriah, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah mereka.
➡️ Baca Juga: Transmart Full Day Sale di Bulan Ramadan: Dapatkan Hampers Murah dan Kebutuhan Rumah Tangga dengan Harga Terjangkau!
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO: Jasa Marga Berikan Diskon 30% Tol Lebaran 2026, Solusi Mengurai Kepadatan dan Dorongan Ekonomi