Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Ternyata Sumbernya dari LPG Rumah Makan Nasi Tempong

Ledakan yang terjadi di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya pada Selasa, 6 Oktober, sekitar pukul 07.42 WIB, mengejutkan banyak pihak. Insiden ini diduga disebabkan oleh kebocoran gas dari tabung LPG 50 kilogram yang digunakan oleh Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi. Kejadian ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik, tetapi juga melukai sejumlah pekerja yang berada di lokasi pada saat itu.
Penyebab Ledakan di Ruko Pakuwon City
Kepala Polrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan di lokasi kejadian menunjukkan tidak adanya jejak bahan peledak. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ledakan tersebut berasal dari gas elpiji yang bocor di dalam ruko.
“Dari keterangan saksi, kami menduga bahwa ledakan ini disebabkan oleh kebocoran gas,” jelasnya. Informasi awal menunjukkan bahwa kebocoran terjadi pada salah satu selang yang menghubungkan tiga tabung LPG yang ada di restoran tersebut.
Detil Kejadian
Kompol Subadri, Kapolsek Mulyorejo, menjelaskan bahwa ledakan terjadi ketika aktivitas memasak baru saja dimulai di rumah makan. Beberapa pekerja menyampaikan bahwa suara alarm peringatan sempat berbunyi sebelum ledakan, namun tidak ada tindakan lanjutan yang diambil untuk mengatasi kebocoran tersebut.
“Diduga kebocoran gas tersebut berasal dari satu tabung dan berimbas pada dua tabung lainnya,” tambahnya. Kejadian ini mengakibatkan beberapa pekerja mengalami luka bakar yang cukup parah.
Dampak dari Ledakan
Ledakan tersebut tidak hanya mengakibatkan cedera pada individu, tetapi juga merusak beberapa bangunan di sekitarnya. Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menginformasikan bahwa ledakan ini menyebabkan kerusakan di bagian depan beberapa ruko di kawasan itu. Dalam insiden ini, lima orang dilaporkan mengalami luka-luka.
“Ada total 41 bangunan yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Sebagian besar kerusakan berupa pecahnya kaca,” ungkap Luthfie.
- 5 ruko mengalami kerusakan parah
- 15 rumah di belakang ruko mengalami kerusakan ringan
- 41 total bangunan rusak
- 5 orang mengalami luka akibat ledakan
- Beberapa kaca di sekitar lokasi pecah
Penanganan Korban
Para korban yang terluka segera mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya dan RS Mitra Keluarga Kenjeran. Selanjutnya, semua korban dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan di lokasi untuk memastikan penyebab teknis ledakan, serta memetakan tingkat kerusakan yang terjadi. Mereka juga berupaya mengumpulkan informasi terbaru mengenai kondisi para korban.
Kesimpulan Awal dari Penyelidikan
Ledakan di Ruko Pakuwon City merupakan pengingat akan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kebocoran gas. Kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan yang baik terhadap penggunaan tabung LPG, terutama di area publik seperti rumah makan. Dengan meningkatnya kesadaran akan potensi bahaya ini, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
Ke depannya, pengelola rumah makan dan usaha lainnya di sekitar Pakuwon City diharapkan lebih waspada dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap peralatan yang digunakan. Sementara itu, pihak berwenang juga perlu memberikan edukasi mengenai keselamatan penggunaan gas elpiji untuk mencegah insiden yang merugikan seperti ini terjadi lagi.
➡️ Baca Juga: Program Sekolah Garuda oleh Disdikbud Kaltim Tingkatkan Mutu Pendidikan Siswa Daerah
➡️ Baca Juga: 341 Perwira Transportasi Laut Poltekpel Banten Dilantik dan 4 Pesan Penting dari Wamenhub



