Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Ungkap Masalah Pengelolaan Limbah Industri di Dayeuhkolot

Dalam upaya menegakkan regulasi yang ada, Komisi C DPRD Kabupaten Bandung melaksanakan inspeksi mendadak di sejumlah pabrik yang berlokasi di kawasan industri Dayeuhkolot, Kelurahan Pasawahan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai secara langsung bagaimana pengelolaan limbah industri dilakukan oleh para pelaku usaha di daerah tersebut.

Inspeksi Lapangan oleh Komisi C

Rombongan yang terdiri dari enam anggota Komisi C ini memfokuskan perhatian mereka pada PT Ramatex, sebuah perusahaan yang diduga melanggar ketentuan terkait pengelolaan limbah. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan yang lebih luas untuk memastikan bahwa industri di kawasan tersebut mematuhi semua ketentuan yang berlaku.

Ketua Komisi C, Tarya Witarsa, yang memimpin tim inspeksi, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai respons terhadap keluhan masyarakat. “Kunjungan ini merupakan bentuk pengawasan kami terhadap masalah limbah yang dikeluhkan warga. Kami wajib merespons hal ini,” ungkap Tarya saat ditemui di lokasi.

Pengecekan Pengelolaan Limbah di PT Ramatex

Dalam dialog langsung dengan manajemen PT Ramatex, terungkap bahwa perusahaan ini mengelola delapan unit usaha tekstil sekaligus. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa praktik pengelolaan limbah yang diterapkan masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh peraturan yang ada. Situasi ini mendorong Komisi C untuk merekomendasikan tindakan tegas terhadap perusahaan tersebut.

Isu Ketenagakerjaan yang Juga Diperhatikan

Selain masalah pengelolaan limbah, Komisi C juga menyoroti isu ketenagakerjaan. Tarya menegaskan pentingnya perbaikan dalam pemenuhan hak-hak buruh, agar kondisi kerja di industri dapat ditingkatkan. “Kesejahteraan para pekerja harus menjadi perhatian, sehingga mereka mendapatkan hak-hak yang layak,” ujarnya.

Pentingnya Pengawasan Lingkungan Hidup

Melalui inspeksi ini, Komisi C DPRD Kabupaten Bandung mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meningkatkan pengawasan terhadap industri-industri di kawasan tersebut. Hal ini menjadi krusial untuk mencegah pelanggaran yang dapat mencemari lingkungan dan merusak kesehatan masyarakat.

Anggota Komisi C, Toni Permana, menegaskan bahwa di kecamatan Dayeuhkolot terdapat ratusan pabrik, namun banyak di antaranya yang masih melakukan pelanggaran terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL). “Penegakan aturan harus dilakukan secara konsisten, jangan sampai limbah dibuang sembarangan tanpa pengelolaan yang baik,” tegasnya.

Indikasi Pembuangan Limbah yang Tidak Sesuai

Toni juga mengungkapkan bahwa terdapat indikasi pembuangan limbah yang dilakukan oleh industri, terutama saat hujan deras. “Seringkali, kawasan Jalan Raya Dayeuhkolot tergenang air berwarna hitam saat hujan, yang mengindikasikan adanya limbah yang dibuang sembarangan,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa pelaku industri mungkin memanfaatkan kondisi cuaca untuk menghindari deteksi.

Permasalahan Perizinan yang Harus Dibenahi

Lebih lanjut, Toni meminta agar masalah perizinan industri diperbaiki oleh dinas terkait. “Konsistensi dalam pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung sangat penting untuk memastikan bahwa semua industri mematuhi ketentuan yang ada,” ujarnya.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan pengelolaan limbah industri akan lebih baik, sehingga tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Upaya pengawasan yang lebih ketat ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran di kalangan pelaku industri untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Pengelolaan Limbah yang Berkelanjutan

Pengelolaan limbah industri yang baik tidak hanya berguna untuk memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga untuk menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, semua pihak harus berkolaborasi demi menciptakan sistem pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan.

Hasil dari kegiatan inspeksi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan positif di kawasan industri Dayeuhkolot. Keterlibatan aktif semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, akan sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan limbah industri di masa yang akan datang.

➡️ Baca Juga: Motherboard Asus Siap Dukung Prosesor Intel Core Ultra 200S Plus untuk Kinerja Optimal

➡️ Baca Juga: Cek Status Penerima PIP 2026 Secara Online Melalui HP dengan Mudah dan Cepat

Exit mobile version