Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan pentingnya hilirisasi di sektor pangan untuk meraih manfaat optimal hasil panen. Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, ia menekankan bahwa petani harus memperoleh imbalan yang lebih besar atas jerih payah mereka. “Meningkatkan produksi harus diimbangi dengan kepastian pasar, peningkatan posisi tawar, dan peluang untuk mengembangkan nilai tambah,” ujarnya di Surabaya pada hari Jumat. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan langkah-langkah strategis yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengelolaan pascapanen, proses pengolahan, dan pemasaran yang efektif.
Strategi Peningkatan Nilai Tambah Produk Pertanian
Khofifah menegaskan bahwa penguatan sektor pangan tidak cukup hanya melalui peningkatan output pertanian. Penting untuk memperhatikan semua aspek mulai dari pascapanen hingga pemasaran agar hasil pertanian dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan demikian, petani bisa merasakan manfaat yang lebih signifikan dari hasil panen mereka. Ia juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi, seperti perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan pertumbuhan kebutuhan pangan yang terus meningkat, yang memerlukan inovasi dalam seluruh rantai distribusi pangan.
Inovasi dan Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas
Dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, pemanfaatan teknologi pertanian menjadi sangat penting. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
- Penerapan teknologi modern dalam budidaya pertanian.
- Pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien.
- Peningkatan akses informasi pasar bagi petani.
- Inovasi dalam pengolahan hasil pertanian.
- Penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah ini, petani di Jawa Timur diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi biaya operasional. Data menunjukkan bahwa produksi padi di Jawa Timur pada tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG), memberikan kontribusi sebesar 17,34 persen terhadap total produksi nasional.
Pangan Beragam: Kunci Ketersediaan dan Kesejahteraan
Selain padi, sektor pangan di Jawa Timur juga didukung oleh berbagai komoditas lain seperti jagung, tebu, daging, susu, telur, serta perikanan. Keberagaman ini menjadi aset penting untuk memastikan ketersediaan pangan dan memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat. Khofifah mengungkapkan bahwa melalui program Jatim Agro, peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan dapat diperkuat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani, peternak, dan nelayan.
Pengembangan Infrastruktur dan Regenerasi Petani
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk mengembangkan Jatim Agro-Hub, memperkuat infrastruktur irigasi, serta mendorong hilirisasi produk pertanian. Beberapa inisiatif yang diharapkan dapat memberi dampak positif meliputi:
- Pembangunan infrastruktur pendukung yang memadai.
- Peningkatan akses pasar bagi produk pertanian.
- Pengembangan korporasi pertanian untuk meningkatkan daya saing.
- Regenerasi petani untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian.
- Program pelatihan dan pendampingan bagi petani muda.
Dengan hilirisasi, diharapkan petani, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi. Hasil produksi tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai.
Pentingnya Pengelolaan Sumber Daya Alam
Khofifah menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian yang produktif dan menggunakan sumber daya alam dengan bijaksana. Dalam konteks ketahanan pangan yang berkelanjutan, masyarakat diajak untuk mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Upaya mengurangi pemborosan makanan juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan jangka panjang.
Mendorong Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat
Agar upaya ini dapat berhasil, semua pihak diharapkan berperan aktif. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang sehat dan berkelanjutan harus ditingkatkan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
- Mengampanyekan konsumsi pangan lokal.
- Memberikan edukasi mengenai pentingnya keberagaman pangan.
- Melibatkan masyarakat dalam program pertanian berkelanjutan.
- Mendorong inisiatif kelompok tani untuk berbagi pengetahuan.
- Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat sektor pangan.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan manfaat optimal hasil panen dapat diraih, tidak hanya oleh petani tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Kesimpulan
Melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Dengan fokus pada hilirisasi, teknologi, dan manajemen sumber daya yang bijak, kita dapat memastikan bahwa petani mendapatkan manfaat optimal dari hasil panen mereka.
➡️ Baca Juga: Garuda Indonesia Raih Peringkat 25 Besar Sebagai Maskapai Terbaik Dunia
➡️ Baca Juga: Endah N Rhesa Berbagi Strategi Menghadapi Perbedaan Emosi Saat Berkarya di Studio
