Kades Gandasari Dukung Santunan Yatim Piatu dan Pembagian Takjil Gratis

Di tengah suasana hangat bulan suci Ramadhan, Kampung Mulyasari di RW 04 Desa Gandasari menggelar acara Buka Puasa Bersama yang diwarnai dengan kegiatan santunan yatim piatu. Acara ini berlangsung di lapangan Toktak yang bersebelahan dengan Masjid Umar Bin Khattab, menciptakan momen penuh kebahagiaan dan kepedulian di tengah masyarakat.

Momen Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Acara yang diadakan pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, ini berhasil mengumpulkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus wilayah, tokoh masyarakat, dan ketua RT setempat. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen tinggi untuk berbagi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yatim piatu di lingkungan RW 04.

Ketua PWI Kabupaten Bandung, H. Asep Syahrial, diwakili oleh Apih Igun, membuka acara dengan sambutan hangat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari rasa kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan, khususnya yatim piatu. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua di bulan yang penuh rahmat ini,” ungkap Apih Igun, menekankan pentingnya solidaritas dalam masyarakat.

Apresiasi dari Pihak Terkait

Dalam suasana penuh kehangatan, Ketua RW 04, Dadang Ongky, juga memberikan sambutan yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan sosial. Ia memberikan apresiasi terhadap inisiatif Karang Taruna RW 04 dan semua pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. “Saya sangat bangga dengan semangat gotong royong warga RW 04, terutama Karang Taruna yang terus aktif dalam kegiatan sosial. Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat.

Pentingnya Sinergi dalam Masyarakat

Kepala Desa Gandasari, Rizal Solihin, juga menyoroti pentingnya sinergi antara Karang Taruna, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Ia menyatakan, “Sinergi antara Karang Taruna, masyarakat pengurus wilayah, dan warga sangat penting untuk membangun lingkungan yang peduli dan solid. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen desa untuk terus mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Suasana Ramadhan yang Berbeda

Sore hari di Mulyasari terasa lebih meriah dan berwarna. Menjelang waktu berbuka puasa, warga disuguhi pertunjukan yang menarik perhatian, yakni penampilan tokoh wayang Cepot dalam acara “Cepot Ngabuburit”. Gelaran ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan makna mendalam tentang kebudayaan dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ekosistem budaya hiburan di kampung tersebut. Pertunjukan ini menggabungkan seni, dakwah, dan refleksi spiritual selama bulan Ramadhan, menjadikannya lebih dari sekadar hiburan. Dalang Yuda Deden Kosasih Sunarya berhasil menghidupkan suasana dengan dialog khas Sunda yang sarat akan pesan moral.

Pentingnya Budaya dan Nilai-nilai Islam

Materi pertunjukan yang disampaikan tidak hanya menarik, tetapi juga mengangkat isu pentingnya budaya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Islam yang diajarkan melalui pertunjukan ini saling melengkapi dan memperkuat kehidupan masyarakat di RW 04. Hal ini menunjukkan bahwa hiburan juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan positif.

Melalui serangkaian kegiatan ini, Desa Gandasari menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yatim piatu, harus terus dipupuk. Kegiatan sosial seperti ini tidak hanya memberikan manfaat langsung tetapi juga menciptakan ikatan yang lebih kuat antarwarga. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, diharapkan kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk turut serta dalam meringankan beban sesama, terutama di bulan yang penuh berkah ini.

Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, Desa Gandasari telah mengambil langkah yang signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli. Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mengentaskan dan memperhatikan nasib anak-anak yatim piatu di seluruh Indonesia.

➡️ Baca Juga: Kronologi Cedera Miliano Jonathans di Eredivisie: Impian Bela Skuat Garuda Terpaksa Tertunda

➡️ Baca Juga: Memanfaatkan Olahraga dan Wisata Sebagai Ladang Penghasilan Utama

Exit mobile version