Dengan meningkatnya volume lalu lintas saat arus balik Lebaran, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengambil langkah proaktif dengan menerapkan sistem buka tutup di Rest Area KM 62B Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kebijakan ini diambil berdasarkan pertimbangan dari Kepolisian Republik Indonesia untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur utama yang mengarah ke Jakarta.
Penerapan Sistem Buka Tutup dan Tujuannya
Sistem buka tutup ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jalan yang akan memasuki rest area, serta untuk meminimalkan kemacetan di jalan tol. Pihak Jasa Marga berkomitmen untuk memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan nyaman, terutama pada saat-saat puncak seperti arus balik Lebaran.
Penutupan Rest Area KM 52B
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa saat ini Rest Area KM 52B juga ditutup sementara waktu. Penutupan ini merupakan langkah preventif yang diambil oleh kepolisian, mengingat adanya peningkatan yang signifikan dalam volume kendaraan yang kembali ke Jakarta.
Rivan menghimbau agar pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menuju Jakarta dapat memanfaatkan rest area lainnya, seperti:
- Rest Area KM 42B
- Rest Area KM 19B
Untuk pengguna yang datang dari arah Jalan Tol Cipularang, mereka disarankan untuk menggunakan rest area di:
- Rest Area KM 97B
- Rest Area KM 88B
- Rest Area KM 72B
Alternatif untuk Pengguna Jalan Tol Cipali
Pengguna jalan yang datang dari arah Jalan Tol Cipali juga diberikan beberapa opsi, yaitu dapat menggunakan rest area di:
- Rest Area KM 130B
- Rest Area KM 101B
Hal ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus lalu lintas dengan lebih baik dan mengurangi kepadatan di rest area yang sedang ditutup.
Pentingnya Persiapan Perjalanan
Rivan juga mengingatkan kepada pengguna jalan bahwa jika rest area di dalam jalan tol sudah penuh, mereka disarankan untuk keluar melalui akses terdekat dan mencari alternatif rest area di luar jalan tol. Ini adalah langkah bijak untuk memastikan perjalanan tetap lancar dan menghindari kemacetan yang tidak perlu.
“Persiapkan perjalanan dengan baik, termasuk mengatur waktu dan lokasi untuk beristirahat sebelum memasuki ruas jalan tol,” tambahnya. Menyusun rencana perjalanan yang matang akan sangat membantu dalam menghindari situasi yang tidak diinginkan.
Koordinasi dengan Pihak Kepolisian
Untuk mengelola arus balik, Jasa Marga terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Tujuannya adalah untuk melakukan pengalihan kendaraan angkutan barang sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) pada titik-titik penting, seperti Gerbang Tol (GT) Palimanan dan akses masuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Rivan mengingatkan kepada para pengemudi yang menggunakan kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih untuk mematuhi ketentuan SKB terkait pembatasan operasional kendaraan barang. Mereka dilarang melintas pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu dari 13 hingga 29 Maret 2026.
Imbauan untuk Menghindari Puncak Kepadatan
Pihak Jasa Marga juga mengimbau agar pengguna jalan merencanakan perjalanan mereka dan tidak kembali pada tanggal-tanggal puncak balik, seperti 24, 28, dan 29 Maret 2026. Dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25-27 Maret 2026, diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalan tol.
Diskon Tarif Tol untuk Mendorong Penggunaan Jalan Tol
Selain itu, Jasa Marga juga menawarkan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26-27 Maret 2026 di sembilan ruas strategis. Ini adalah insentif yang menarik untuk mendorong pengguna jalan agar memilih menggunakan jalan tol pada tanggal tersebut, sehingga mengurangi kepadatan di jalur yang lain.
Sinergi Antara Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Di sisi lain, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan semua pemangku kepentingan. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa arus balik Lebaran dapat berlangsung dengan lancar dan aman, yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa gelombang.
“Kami menyerukan kepada para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi ketentuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang,” ungkap Menhub. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat.
Apresiasi untuk Pelaku Usaha dan Kepolisian
Menhub juga memberikan apresiasi kepada pelaku usaha logistik yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap ketentuan yang ada. Begitu juga kepada jajaran Polri yang terus mengawasi dan mendukung pelaksanaan kebijakan ini di lapangan. Sinergi yang baik antara semua pihak sangat penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat.
Dengan berbagai langkah yang diterapkan oleh Jasa Marga dan dukungan dari pemerintah serta pihak kepolisian, diharapkan perjalanan arus balik Lebaran ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi semua ketentuan dan mempersiapkan perjalanan dengan sebaik-baiknya.
➡️ Baca Juga: Pertamina Siapkan 23 Juta Tabung LPG 3 Kg untuk Memenuhi Kebutuhan Selama Lebaran
➡️ Baca Juga: Monitor Gaming ROG Strix XG27UCDMG: Panel 4K QD-OLED dengan Refresh Rate 240Hz
