Industri Tekstil RI Tumbuh Kuat, Ekspor Capai USD 11,98 Miliar Menurut Mendag Budi Santoso

Jakarta – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengekspresikan keyakinannya bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia akan terus berkembang secara positif, meskipun ada berbagai tantangan di tingkat global. Keyakinan ini diungkapkannya saat menghadiri pameran Indo Intertex 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIEXPO).
Pertumbuhan Industri Tekstil RI
Dalam pandangannya, Indonesia memiliki ekosistem yang lengkap di sektor tekstil, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini menjadi modal yang sangat berharga untuk meningkatkan daya saing produk tekstil, baik di pasar domestik maupun internasional.
Budi Santoso menjelaskan, “Ekosistem tekstil dan produk tekstil yang ada di negara kita sangat baik, mencakup semua aspek dari bahan baku, pabrik, hingga distribusi, serta dukungan dari UMKM yang berjalan dengan baik.”
Kinerja Ekspor yang Positif
Ia juga mencatat bahwa kinerja ekspor sektor TPT menunjukkan tren yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, nilai ekspor tekstil Indonesia berhasil mencapai USD 11,98 miliar dengan surplus mencapai USD 2,81 miliar.
Capaian tersebut mencerminkan kualitas produk tekstil Indonesia yang mampu bersaing di pasar global. Oleh karena itu, peningkatan daya saing menjadi faktor kunci untuk memperkuat posisi industri ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor.
“Jika kualitas produk kita baik dan memiliki daya saing, maka kita bisa mengendalikan impor dan bersaing dengan produk asing,” tegas Budi Santoso.
Peluang Ekspor Melalui Perjanjian Dagang
Untuk memperluas akses pasar ekspor, pemerintah aktif mendorong pemanfaatan berbagai perjanjian dagang internasional. Salah satunya adalah kerja sama yang terjalin dengan Amerika Serikat, yang merupakan salah satu pasar utama bagi produk Indonesia.
Budi Santoso menyebutkan bahwa nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat mencapai sekitar USD 30 miliar, dengan surplus sebesar USD 18,11 miliar. Kondisi ini menjadikan pasar tersebut sangat potensial untuk terus dikembangkan.
Ketahanan di Tengah Tantangan Global
Di tengah tantangan geopolitik yang ada di tingkat global, Menteri Perdagangan menilai bahwa industri tekstil nasional menunjukkan ketahanan yang signifikan. Pelaku usaha dinilai mampu beradaptasi dan tetap kompetitif meskipun harus menghadapi berbagai tekanan dari luar.
“Secara global, semua sektor terkena dampak, tetapi pelaku usaha kita tetap mampu bertahan dan bersaing,” ungkap Budi Santoso.
Inovasi sebagai Kunci Pertumbuhan
Sementara itu, Danang Girindrawardana, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), menekankan pentingnya inovasi dalam industri tekstil. Ia berpendapat bahwa pelaku usaha perlu terus beradaptasi dengan melakukan efisiensi dalam penggunaan bahan baku serta modernisasi dalam teknologi produksi.
Menurutnya, langkah pemerintah dalam mengendalikan impor ilegal memberikan dampak positif bagi industri dalam negeri. Hal ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan dan semangat pelaku usaha di sektor tekstil.
“Kami melihat bahwa upaya pengendalian impor berjalan dengan baik dan ini menjadi penyemangat bagi industri tekstil,” jelas Danang Girindrawardana.
Antusiasme dalam Pameran Indo Intertex 2026
Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, Ketua Umum API, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung dalam ajang Indo Intertex 2026 sangat tinggi. Hingga pertengahan acara, jumlah pengunjung telah mencapai puluhan ribu orang.
Hal ini menunjukkan bahwa industri tekstil di Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi ekspor, tetapi juga dari minat dan dukungan masyarakat serta pelaku industri. Dengan inovasi dan kolaborasi yang tepat, industri tekstil RI berpotensi untuk terus berkembang dan bersaing di kancah internasional.
Strategi untuk Meningkatkan Daya Saing
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, diperlukan strategi yang terfokus dan terintegrasi. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Meningkatkan kualitas produk melalui inovasi dan penelitian.
- Memperkuat jaringan distribusi untuk memperluas akses pasar.
- Menjalin kemitraan strategis dengan pelaku industri global.
- Mendukung UMKM untuk berkontribusi lebih besar dalam ekosistem industri tekstil.
- Melaksanakan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor tekstil.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, industri tekstil RI tidak hanya akan mampu bertahan, tetapi juga berkembang pesat dalam menghadapi tantangan global yang ada. Daya saing yang kuat akan menjadi landasan untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.
Peran Pemerintah dan Stakeholder
Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri tekstil. Ini termasuk memberikan insentif, dukungan regulasi, dan membangun infrastruktur yang memadai.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Dengan sinergi yang baik, semua pihak dapat berkontribusi dalam memajukan industri tekstil Indonesia ke arah yang lebih baik.
Melihat Masa Depan Industri Tekstil RI
Melihat ke depan, industri tekstil di Indonesia memiliki banyak peluang untuk berkembang. Dengan adanya inisiatif dan dukungan yang tepat, industri ini dapat bertransformasi menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Inovasi, efisiensi, dan adaptasi terhadap perubahan pasar akan menjadi kunci dalam meraih kesuksesan. Jika semua pemangku kepentingan dapat bersatu dan bekerja sama, masa depan industri tekstil RI akan semakin cerah dan penuh harapan.
➡️ Baca Juga: Era Baru AI Dimulai! Lenovo Perkenalkan Agentic AI di Tech World 26
➡️ Baca Juga: Manfaatkan Teknologi Video Analisis untuk Meningkatkan Kualitas Permainan Badminton Anda




