Implementasi ESG oleh PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk untuk Memperkuat Bisnis Berkelanjutan hingga 2025

Jakarta – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), yang dikenal sebagai ACES, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam semua aspek operasional perusahaan. Dalam upaya untuk mencapai tujuan keberlanjutan hingga tahun 2025, AHI meluncurkan berbagai inisiatif yang berfokus pada lingkungan demi menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan planet.
Inisiatif Lingkungan yang Terintegrasi
Pada tahun lalu, AHI melaksanakan berbagai langkah efisiensi energi di toko-toko, pusat distribusi, dan rantai distribusi. Perusahaan ini juga memperkuat pengelolaan limbah dengan bermitra dengan penyedia yang telah memperoleh sertifikasi. Program inovatif seperti BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik) juga telah diperkenalkan, yang kini tersedia di 25 toko AZKO yang tersebar di 18 kota Indonesia, antara lain Medan, Surabaya, Semarang, Bogor, dan Bandung.
Program BISA BAIK
Sejak peluncurannya pada tahun 2023, program ini telah berhasil mengumpulkan 6,3 ton sampah elektronik. Upaya ini bertujuan untuk mencegah pencemaran dan mengurangi jumlah limbah elektronik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), memberikan kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Sinergi dengan Pemerintah untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Dalam mendukung target Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), AHI melalui AZKO juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjalankan program AZKO Berbagi Cahaya. Program ini tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Penyuluhan Energi dan Distribusi Lampu LED
Sepanjang tahun 2025, program ini berhasil mendistribusikan lebih dari 5.500 lampu LED hemat energi kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Ini mencakup rumah tangga, fasilitas publik seperti puskesmas dan sekolah, serta tempat ibadah seperti masjid, pura, dan gereja. Fokus distribusi ditujukan pada wilayah-wilayah yang kurang terlayani di luar pusat kota, termasuk Abepura, Sorong, Kolaka, Rantau Prapat, Pematang Siantar, hingga Singaraja, Bali. Target ke depan adalah menjangkau 30.000 rumah, 300 sekolah, dan 300 fasilitas publik di 80 kota hingga tahun 2030.
Pelestarian Lingkungan Melalui Penanaman Pohon
Komitmen AHI terhadap pelestarian lingkungan juga terwujud melalui penanaman 4.300 pohon di tiga lokasi strategis: Kantor Pusat Jakarta Barat, Pusat Distribusi Jababeka, dan Cisauk, Tangerang. Inisiatif ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.539 ton CO₂e, sesuai dengan pengukuran yang dilakukan bersama mitra. Selain itu, perusahaan juga membagikan 5.200 bibit pohon kepada pelanggan di delapan kota, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik dalam menjaga lingkungan.
Penerapan Good Corporate Governance
Dari sisi tata kelola, AHI berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) melalui prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Perusahaan ini mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang menilai praktik berdasarkan perlindungan hak pemegang saham, keberlanjutan, transparansi, dan tanggung jawab dewan.
Praktik Bisnis yang Berkelanjutan
Komitmen ini tercermin dalam pengelolaan usaha yang hati-hati, berfokus pada pertumbuhan yang terukur, efisiensi biaya, serta penguatan kemandirian ekonomi. Berkat kinerja yang baik, AHI kembali meraih penghargaan Indonesia’s Best Managed Companies 2025 dari Deloitte Private (Southeast Asia) untuk yang keempat kalinya.
Pencapaian Penghargaan di Berbagai Bidang
Di tahun 2025, AHI berhasil mengantongi berbagai penghargaan, termasuk Service Quality Award 2025 untuk ke-15 kali berturut-turut, Transform Awards Asia 2025, Retail Asia Awards 2025, serta penghargaan keberlanjutan seperti Padmamitra Award DKI Jakarta 2025, Indonesia Corporate Sustainability Initiatives (ICSI) Award 2025, dan Anugerah Ekonomi Hijau 2025.
Strategi Ekspansi untuk Masa Depan
Memasuki tahun 2026, AHI akan melanjutkan strategi ekspansi dengan rencana pembukaan sekitar 25 hingga 30 toko AZKO, terutama di kota-kota lapis kedua dan ketiga, serta 40 hingga 50 toko NEKA di berbagai wilayah Indonesia. Direktur AHI, Gregory S. Widjaja, menyatakan, “Kami juga akan terus menghadirkan produk inovatif dalam kategori smart home dan smart kitchen, serta melakukan program rejuvenasi pada toko-toko yang sudah ada untuk meningkatkan pengalaman berbelanja.”
Target Pertumbuhan Penjualan yang Ambisius
Sejalan dengan upaya tersebut, AHI menargetkan pertumbuhan penjualan dalam kisaran mid-to-high single digit pada tahun 2026. Perusahaan ini juga mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp400 hingga 450 miliar, yang akan difokuskan pada ekspansi dan penguatan infrastruktur operasional. Strategi omnichannel juga akan diperkuat, termasuk melalui dua studio live streaming yang berlokasi di AZKO Living Plaza Bintaro dan AZKO Living World Alam Sutera.
Dengan komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip ESG, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk terus berupaya menciptakan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui berbagai inisiatif yang terintegrasi dan dukungan terhadap program pemerintah, AHI menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya sekadar jargon, melainkan bagian dari strategi bisnis yang berorientasi masa depan.
➡️ Baca Juga: Diskon Spesial Indomaret Hingga 15 Maret 2026: Hemat Pengeluaran dengan Harga Terjangkau untuk Minyak Goreng dan Telur
➡️ Baca Juga: Menteri Pendidikan Singapura Bantah Mitos Kesulitan Ujian PSLE dengan Bagikan Soal di Parlemen: Sebuah Kejadian Unik



