Film “Ghost in the Cell” Resmi Ditayangkan di Bioskop Amerika Serikat

Film “Ghost in the Cell” resmi tayang di bioskop-bioskop Amerika Serikat mulai 2 Oktober 2026, dan langsung mencuri perhatian banyak penonton. Karya sutradara Joko Anwar ini mendapatkan pengakuan luar biasa di situs Rotten Tomatoes, di mana film ini meraih skor sempurna 100 persen. Meskipun film ini baru saja dirilis, pujian dari kritikus sudah mengalir deras, menunjukkan bahwa “Ghost in the Cell” mampu memenuhi ekspektasi penonton dan kritikus film.
Skor dan Ulasan dari Kritikus
Skor yang tercatat di Rotten Tomatoes adalah hasil dari penilaian 22 kritikus film yang memberikan ulasan positif. Meskipun skor penonton atau Popcornmeter belum memberikan angka yang cukup untuk menghasilkan persentase, antusiasme terhadap film ini jelas terlihat. “Ghost in the Cell” telah menjadi salah satu film yang paling dinanti, dan statusnya sebagai Now Playing di Rotten Tomatoes menambah daya tariknya di kalangan penonton.
Durasi dan Tanggal Rilis
Film ini memiliki durasi 106 menit dan secara resmi dicatat di Rotten Tomatoes dengan tanggal perilisan 2 Oktober 2026. Penayangan terbatas di bioskop AS menandai langkah penting dalam perjalanan internasional film ini, yang sebelumnya telah mendapatkan banyak perhatian di festival-festival film bergengsi.
Penghargaan di Festival Film
Sebelum debutnya di Amerika, “Ghost in the Cell” telah mencatat prestasi gemilang di Fantastic Fest 2026. Film ini berhasil membawa pulang penghargaan Best Picture dalam kategori Horror Competition, yang diadakan di Austin, Texas. Penghargaan ini bukan hanya menambah prestise film, tetapi juga menunjukkan kualitas luar biasa yang ditawarkan oleh Joko Anwar dan tim produksi.
Pemutaran Internasional Awal
Film ini juga melakukan pemutaran perdana internasional melalui program Forum di Berlinale 2026 di Jerman, yang semakin memperkuat posisinya di dunia perfilman global. Setelah Berlinale, film ini melanjutkan perjalanan festivalnya dengan berbagai penayangan di festival-festival lainnya, yang semakin memperluas jangkauan audiensnya.
Plot dan Karakter Utama
Di tengah ketegangan dan ketidakpastian, “Ghost in the Cell” bercerita tentang Dimas, seorang jurnalis yang terjebak di balik jeruji besi setelah dituduh membunuh atasannya. Dalam selnya, ia dihadapkan pada serangkaian pembunuhan misterius yang menimpa para narapidana lain, memaksa mereka semua untuk menghadapi ancaman yang tidak hanya berasal dari sesama manusia, tetapi juga dari kekuatan supranatural yang tidak dapat dijelaskan.
Peran Joko Anwar
Joko Anwar tidak hanya menjabat sebagai sutradara, tetapi juga menulis skenario dan berperan sebagai produser film ini. Di bawah arahan Joko Anwar, “Ghost in the Cell” menampilkan sejumlah aktor berbakat, termasuk Abimana Aryasatya, Endy Arfian, Aming Sugandhi, Arswendy Bening Swara, Bront Palarae, dan Dimas Danang Suryonegoro. Kombinasi ini menciptakan atmosfer yang kuat dan menegangkan, membuat penonton terus terlibat dalam cerita.
Tanggapan dari Kritikus Internasional
Respons positif terhadap “Ghost in the Cell” datang dari berbagai kritikus film internasional. Brian Tallerico dari RogerEbert.com memberikan penilaian tiga dari empat bintang, menyoroti keseimbangan antara elemen drama penjara, horor, aksi, humor, dan unsur supernatural yang dihadirkan dalam film ini. Tallerico mengapresiasi kemampuan Joko Anwar dalam menciptakan latar penjara yang dinamis dan penuh ketegangan, sehingga penonton tidak pernah merasa bosan.
Keberagaman Genre
Selain menawarkan ketegangan horor, “Ghost in the Cell” juga menyajikan elemen komedi dan aksi yang membuatnya semakin menarik. Well Go USA bahkan mengategorikan film ini dalam beberapa genre, termasuk aksi, thriller, komedi, dan horor. Keberagaman ini membuat film ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan penonton, dari pencinta horor hingga penggemar aksi.
Perilisan Sebelumnya di Indonesia
Sebelum tayangnya di AS, “Ghost in the Cell” telah lebih dulu diputar di bioskop-bioskop Indonesia pada 16 April 2026. Setelah itu, film ini juga tersedia di Netflix Indonesia mulai 20 Agustus 2026 dengan judul alternatif “Hantu Dalam Sel.” Keberhasilan film ini di pasar domestik menjadi salah satu faktor yang mendorong penayangannya di luar negeri.
Harapan untuk Penonton
Dengan semua prestasi dan pujian yang diraih, “Ghost in the Cell” diharapkan dapat menarik minat penonton di Amerika Serikat. Film ini tidak hanya menawarkan kisah yang menarik, tetapi juga pengalaman sinematik yang mendebarkan. Bagi penggemar film horor dan thriller, ini adalah karya yang tidak boleh dilewatkan.
Kesimpulan
Dengan segala pencapaian yang diraih, “Ghost in the Cell” membuktikan bahwa film Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Karya Joko Anwar ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga karya seni yang memberikan pesan mendalam tentang kehidupan, keadilan, dan kekuatan supranatural. Penonton di seluruh dunia kini memiliki kesempatan untuk menikmati film ini dan merasakan pengalaman menegangkan yang ditawarkannya.
➡️ Baca Juga: Rating Foundation Wardah yang Membuat Kulit Wajah Sehalus Filter Instagram dalam Kehidupan Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Reza Arap Ramaikan Ciwalk Bandung, Film Horror Siap Tampilkan Komedi dan Persahabatan di Bioskop



