Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Sunda 2026 Dihadiri 1065 Siswa – Video Dokumentasi

Pada tahun 2026, Festival Tunas Bahasa Ibu yang mengusung tema Bahasa Sunda berhasil menarik perhatian sebanyak 1065 siswa dari tingkat SD dan SMP yang berada di Kota Cirebon. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam pelestarian bahasa lokal melalui berbagai bentuk kompetisi literasi, seperti dongeng, aksara Sunda, dan sajak. Dengan semangat yang tinggi, para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam merayakan dan melestarikan kekayaan budaya mereka.
Lokasi dan Penyelenggaraan Festival
Penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu, Bahasa Sunda tahun 2026 berlangsung di SMP Negeri Sembilan Kota Cirebon. Pemilihan lokasi ini menjadi simbol penting dalam upaya pelestarian bahasa daerah, di mana ribuan siswa berkumpul dan berpartisipasi dalam kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Bunda Literasi Kota Cirebon.
Antusiasme Siswa
Dengan jumlah peserta yang mencapai 1065 siswa, terdiri dari 885 siswa SD dan 175 siswa SMP, festival ini menunjukkan betapa besarnya minat anak-anak muda untuk mendalami bahasa daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mereka agar lebih mencintai dan memahami bahasa Sunda, serta meningkatkan kemampuan literasi, sastra, dan budaya lokal.
Pernyataan Bunda Literasi
Noviyanti Edo, selaku Bunda Literasi, bersama dengan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Ade Cahyaningsih, menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah. Mereka optimis bahwa melalui festival ini, generasi muda dapat terus menjaga dan mengembangkan bahasa Sunda, yang merupakan warisan budaya yang sangat berharga.
Format dan Jenis Lomba
Festival ini diselenggarakan dalam bentuk kompetisi yang meliputi tujuh mata lomba, antara lain:
- Ngadongeng (menceritakan cerita)
- Biantara (berbicara di depan umum)
- Maca sajak (membaca puisi)
- Nembang pupuh (melagukan pupuh)
- Maca jeung nulis aksara Sunda (membaca dan menulis huruf Sunda)
- Ngarang carpon (menulis cerpen)
- Borangan (bercerita bebas)
Setiap lomba dirancang untuk mengasah keterampilan siswa dalam berbahasa Sunda, sehingga mereka dapat lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa daerah di kehidupan sehari-hari.
Persiapan untuk Kompetisi Tingkat Provinsi
Peserta yang menunjukkan performa terbaik dalam festival ini akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Cirebon dalam kompetisi bahasa Sunda tingkat Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mencari bakat, tetapi juga untuk memperkuat identitas budaya dan bahasa lokal di tengah derasnya pengaruh budaya asing.
Peran Penting dalam Pelestarian Budaya
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan salah satu cara efektif untuk merawat dan memperkenalkan bahasa Sunda kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya belajar tentang bahasa, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Pelestarian bahasa daerah menjadi sangat penting agar tetap relevan dan tidak hilang di tengah modernisasi.
Membangun Kesadaran akan Pentingnya Bahasa Daerah
Pelaksanaan festival ini juga menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran kolektif di antara masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa daerah. Bahasa Sunda, sebagai salah satu warisan budaya, memiliki kekayaan yang tak ternilai. Dengan adanya festival ini, diharapkan masyarakat semakin menghargai dan menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan untuk Masa Depan
Keberlangsungan festival ini menjadi sinyal positif bagi pelestarian bahasa Sunda. Melalui dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, diharapkan kegiatan serupa dapat diadakan secara reguler. Dengan langkah ini, bahasa Sunda tidak hanya akan bertahan, tetapi juga dapat berkembang dan diakui sebagai bagian integral dari identitas bangsa.
Peran Sekolah dalam Pelestarian Bahasa Daerah
Sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam pelestarian bahasa daerah. Melalui kurikulum yang mengedepankan bahasa Sunda, siswa akan terbiasa menggunakan bahasa tersebut dalam berbagai konteks. Ini adalah langkah strategis untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap bahasa dan budaya lokal.
Implementasi dalam Kurikulum
Adanya mata pelajaran muatan lokal yang mengajarkan bahasa Sunda di sekolah-sekolah diharapkan dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar bahasa daerah. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Pelatihan bagi guru dalam pengajaran bahasa Sunda
- Penyediaan materi ajar yang menarik dan relevan
- Kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya Sunda
- Kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan budayawan
- Penyelenggaraan lomba-lomba bahasa Sunda di tingkat sekolah
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan bahasa Sunda dapat terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda.
Kesimpulan
Festival Tunas Bahasa Ibu, Bahasa Sunda tahun 2026 di Cirebon bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi sebuah gerakan kolektif untuk melestarikan bahasa dan budaya lokal. Dengan dukungan semua pihak, kita dapat memastikan bahwa bahasa Sunda tetap terjaga dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak kita. Mari kita jaga dan lestarikan bahasa daerah kita, karena bahasa adalah identitas kita.
➡️ Baca Juga: Presiden Perintahkan Dirut KAI Percepat Inventarisasi Permukiman Bantaran Rel untuk Hunian Layak
➡️ Baca Juga: “One Battle After Another” Memenangkan 6 Oscar dan Dinobatkan sebagai Film Terbaik 2026




