Profil dan Pendidikan Jusuf ‘Babah Alun’ Hamka, Anggota Baru Wantimpres dari Keluarga Terpelajar

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menunjuk Mohammad Jusuf Hamka, yang lebih dikenal dengan sebutan Babah Alun, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia. Pelantikan Jusuf Hamka bersama anggota lainnya berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Istana Negara, Jakarta Pusat. Sebagai seorang pengusaha yang berpengalaman di sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, nama Jusuf Hamka bukanlah hal baru di kalangan masyarakat. Selain itu, ia juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan penunjukan ini, Jusuf Hamka memasuki fase baru dalam kariernya. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai profil dan latar belakang pendidikan Jusuf Hamka.
Profil Lengkap Jusuf Hamka
Jusuf Hamka lahir pada 5 Desember 1957 di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ia dilahirkan dengan nama Alun Joseph dalam keluarga Tionghoa yang sangat menjunjung tinggi pendidikan. Ayahnya, Joseph Suhaimi, merupakan seorang dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, sementara ibunya, Suwanti Suhaimi, bekerja sebagai seorang guru. Masa kecil Jusuf dihabiskan di Pasar Baru, Jakarta Pusat, dan di sana ia pernah menjalani pengalaman berharga, termasuk menjual makanan ringan di sekitar Masjid Istiqlal. Pengalaman-pengalaman awal ini menjadi fondasi bagi perjalanan hidupnya sebelum akhirnya terkenal sebagai pengusaha sukses.
Pada tahun 1981, Jusuf Hamka memeluk agama Islam, di mana ia mendapatkan bimbingan dari sejumlah ulama dan tokoh Islam, termasuk Buya Hamka. Nama “Jusuf Hamka” pun diberikan kepada dirinya setelah ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Hubungan yang erat antara Jusuf dan Buya Hamka berlanjut, dan pada tahun 1984, ia menunaikan ibadah haji. Sejak saat itu, Jusuf tetap aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat.
Pendidikan yang Ditempuh oleh Jusuf Hamka
Jusuf Hamka memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, meskipun ia tidak menyelesaikan satu pun dari program studi yang dijalaninya. Berikut adalah beberapa institusi pendidikan yang pernah ia masuki:
- Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (1974)
- Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (1974)
- Bisnis Administrasi, Columbia College, Vancouver, Kanada (1977)
- Administrasi Negara, FISIP Universitas Jayabaya (1980)
Meskipun tidak menyelesaikan pendidikan formalnya, pengalaman yang didapat Jusuf dari berbagai bidang ini membantunya dalam beradaptasi dan sukses di dunia usaha.
Kiprah Jusuf Hamka di Dunia Usaha
Jusuf Hamka mulai dikenal luas melalui bisnis infrastruktur, khususnya dalam bidang jalan tol. Ia merupakan salah satu pemegang saham di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), sebuah perusahaan terkemuka yang bergerak dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. Pada laporan keuangan akhir tahun 2025, Jusuf tercatat memiliki 360,7 juta saham yang setara dengan 5,39 persen dari total saham perusahaan. Namun, pada laporan per 31 Maret 2026, kepemilikan langsungnya berkurang menjadi 269,6 juta saham, atau sekitar 4,03 persen, setelah ia melepaskan sebagian sahamnya.
Pergerakan kepemilikan saham Jusuf Hamka di CMNP menjadi sorotan, terutama ketika ia terlibat dalam berbagai isu bisnis yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Pada April 2026, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan putusan dalam kasus antara CMNP dan Hary Tanoesoedibjo, yang menuntut ganti rugi sebesar Rp531,5 miliar. Meskipun MNC Asia Holding menyatakan akan melakukan upaya hukum lanjutan, peristiwa ini menunjukkan kompleksitas dunia bisnis yang ditekuni Jusuf Hamka.
Kegiatan Sosial dan Keagamaan
Di luar dunia bisnis, Jusuf Hamka juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Salah satu langkah sosialnya yang paling mencolok terjadi saat pandemi Covid-19. Pada tahun 2021, ia mewakafkan tanah seluas 10 hektare di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, untuk dijadikan lokasi pemakaman bagi pasien Covid-19. Selain itu, ia juga mendirikan beberapa fasilitas ibadah, termasuk Masjid Babah Alun Desari di Cilandak, Jakarta Selatan, yang mencerminkan kombinasi antara arsitektur budaya Tionghoa dan desain tempat ibadah. Keterlibatannya dalam kegiatan sosial menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Keterlibatan di Nahdlatul Ulama
Jusuf Hamka juga memiliki peran penting dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Pada masa khidmat 2022–2027, ia dikukuhkan sebagai salah satu Ketua Pengurus Besar NU, memperlihatkan dedikasinya dalam memperkuat organisasi keagamaan di Indonesia. Ini menjadi bagian dari upayanya untuk mengintegrasikan nilai-nilai sosial dengan keagamaan, serta memberikan kontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Keterlibatan dalam Dunia Politik
Selain menjalani karier di sektor usaha dan kegiatan sosial, Jusuf Hamka juga terlibat dalam dunia politik. Namanya sempat mencuat ketika Partai Golkar mengusulkannya sebagai calon wakil gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024. Sebelumnya, ia juga aktif dalam Tim Kampanye Nasional untuk pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada pemilu yang lalu. Pada tahun 2026, Jusuf Hamka ikut serta dalam rombongan Amirul Hajj Indonesia, menandakan komitmennya terhadap kegiatan keagamaan dan sosial di tingkat nasional.
Dengan beragam pengalaman di dunia usaha, sosial, dan politik, Jusuf Hamka kini mendapatkan penugasan baru dari Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan RI. Pelantikannya pada 2 Oktober 2026, di Istana Negara, menandai tonggak baru dalam kariernya. Dalam kapasitasnya yang baru, Jusuf diharapkan dapat memberikan saran dan masukan yang konstruktif bagi pemerintahan, terutama dalam sektor infrastruktur yang menjadi bidang keahliannya.
Dengan rekam jejak yang solid dalam bisnis, komitmen terhadap kegiatan sosial, serta keterlibatan di dunia politik, Jusuf Hamka menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang dapat diandalkan untuk memberikan kontribusi positif dalam pemerintahan. Penunjukannya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga tantangan baru untuk mengimplementasikan pengalamannya demi kebaikan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Proyek Jalan Tulabolo–Pinogu Siap Tembus Hutan Taman Nasional Gorontalo
➡️ Baca Juga: Redmi Siapkan Peluncuran Hero Baru, Ponsel Misterius yang Menarik Perhatian



