cURL Error: Recv failure: Connection reset by peer slot depo 10k slot depo 10k
Megapolitan

Gubernur DKI Akan Mengevaluasi Tarif Baru untuk Rute Transjabodetabek Blok M-Soetta setelah 3 Bulan

— Paragraf 1 —

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi tarif rute baru Transjabodetabek SH2 tujuan Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta) setelah tiga bulan.

— Paragraf 2 —

Adapun saat ini tarif Transjabodetabek rute tersebut masih sama seperti rute lainnya yakni Rp2.000 dari pukul 05.00 hingga 07.00 WIB dan Rp3.500 di atas pukul 07.00 WIB.

— Paragraf 3 —

“Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500 selama 3 bulan ini. Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi,” kata Pramono di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).

— Paragraf 4 —

Keputusan ini dibuat karena Pramono mengakui bahwa beban subsidi yang dipikul Pemerintah Jakarta untuk rute tersebut cukup besar.

— Paragraf 5 —

Untuk itu, Pemerintah Jakarta akan membahas tarif rute tersebut ke depannya dengan kisaran Rp10.000 atau Rp15.000. Namun Pramono baru akan memutuskan setelah rute tersebut tiga bulan beroperasi.

— Paragraf 6 —

“(Alasannya) pertama karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu nggak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” jelas Pramono.

— Paragraf 7 —

Kendati demikian, Pramono meyakini bahwa rute tersebut tetap akan diminati masyarakat, khususnya untuk yang ingin berpergian melalui Bandara Soekarno Hatta.

— Paragraf 8 —

“Dibandingkan Damri yang Rp80.000 maupun taksi yang Rp200.000 lebih ataupun melalui Gocar yang rata-rata di atas Rp125.000, saya yakin pasti ini akan menjadi favorit alternatif orang untuk menggunakan Transjabodetabek,” katanya.

➡️ Baca Juga: Sekretariat Dewan Ikut Serta dalam Turnamen Minisoccer IJP Lampung: Optimasi SEO untuk Peringkat Google

➡️ Baca Juga: Potensi Dampak Kenaikan Harga Minyak terhadap Tekanan Fiskal APBN 2026

Related Articles

Back to top button