Anthropic Rencanakan IPO dengan Menggunakan Valuasi Masa Depan yang Strategis

Jakarta – Dalam dunia keuangan, penilaian terhadap suatu perusahaan sering kali didasarkan pada kondisi bisnis saat ini. Namun, Wall Street tampaknya memiliki pendekatan yang lebih futuristik ketika menilai Anthropic, perusahaan pengembang AI di balik teknologi Claude. Saat ini, Anthropic sedang bersiap untuk meluncurkan salah satu penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah teknologi. Yang menarik, investor tidak hanya memperhatikan pendapatan saat ini, melainkan juga mengantisipasi pertumbuhan yang signifikan hingga tahun 2028. Angka-angka yang diproyeksikan mencerminkan optimisme yang tinggi dan harapan akan keberhasilan perusahaan di masa depan.

Proyeksi Pendapatan yang Menggugah

Berdasarkan laporan yang diterima dari beberapa sumber yang mengetahui situasi keuangan Anthropic, perusahaan ini memperkirakan bahwa pendapatan mereka bisa mencapai antara USD190 miliar hingga USD200 miliar pada tahun 2028. Angka ini sangat kontras dengan pendapatan tahunan yang berjalan saat ini, yang tercatat sekitar USD47 miliar pada Mei lalu. Pendekatan ini mengindikasikan bahwa para investor percaya bahwa pertumbuhan Anthropic dalam beberapa tahun ke depan akan sangat pesat.

Untuk memperkirakan valuasi perusahaan, para bankir dan investor menggunakan metode yang dikenal sebagai enterprise value-to-revenue multiple. Metode ini umum digunakan untuk perusahaan perangkat lunak yang mengalami pertumbuhan cepat meskipun belum menunjukkan laba yang stabil. Namun, kasus Anthropic memiliki keunikan tersendiri. Alih-alih hanya memproyeksikan pendapatan untuk satu tahun ke depan, investor melihat hingga dua tahun ke depan, mencerminkan tantangan dalam menentukan nilai dari perusahaan AI yang sedang berkembang pesat.

Biaya yang Selaras dengan Pertumbuhan

Pertumbuhan pesat yang diharapkan dari Anthropic tidak terlepas dari biaya yang sangat besar yang harus dikeluarkan untuk infrastruktur. Perusahaan ini harus menginvestasikan dana yang signifikan untuk kapasitas komputasi, menjalankan GPU, melatih model AI, serta merekrut tenaga kerja berkualitas. Jika hanya menilai dari laba saat ini, gambaran tentang potensi bisnis Anthropic mungkin tidak sepenuhnya akurat.

Investor optimis bahwa biaya tersebut akan lebih lambat pertumbuhannya dibandingkan dengan pendapatan di masa depan. Sebagai contoh, saat ini mungkin diperlukan investasi besar untuk menghasilkan USD1 pendapatan, tetapi seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna dan klien, biaya tambahan untuk menghasilkan pendapatan diharapkan akan menurun. Jika skenario ini terwujud, margin keuntungan Anthropic bisa meningkat secara signifikan.

Mencari Pembanding yang Tepat

Menentukan valuasi perusahaan yang masih dalam tahap awal seperti Anthropic bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, investor sering mencari perusahaan lain yang dapat dijadikan pembanding. Dalam konteks Anthropic, beberapa nama yang dijadikan acuan antara lain Cloudflare, Palantir, dan SpaceX. Ketiga perusahaan ini memberikan perspektif yang berbeda dalam menilai potensi pertumbuhan.

Angka Perbandingan yang Menarik

Palantir, misalnya, saat ini diperdagangkan sekitar 53 kali perkiraan pendapatan tahun ini. Di sisi lain, SpaceX dan Cloudflare masing-masing berada pada kisaran 41,6 kali perkiraan pendapatan 2026, menurut data dari LSEG. Dengan menggunakan tolok ukur tersebut, investor berusaha menjawab pertanyaan yang cukup kompleks: Jika Anthropic berhasil menghasilkan USD200 miliar pendapatan pada 2028, berapa nilai perusahaan yang wajar saat ini?

Keberanian investor untuk menggunakan proyeksi yang jauh ke depan dipicu oleh pertumbuhan luar biasa yang dialami oleh Anthropic. Pada akhir 2025, estimasi pendapatan tahunan Anthropic diperkirakan mencapai sekitar USD9 miliar. Namun, dalam waktu yang relatif singkat, pada Mei 2026, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari USD47 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini tengah berada di jalur pertumbuhan yang sangat agresif.

Proyeksi Luar Biasa dan Tantangannya

Perusahaan ini bahkan memprediksi pendapatan mencapai USD10,9 miliar pada kuartal kedua 2026, yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini menempatkan Anthropic pada jalur untuk mencapai laba operasional kuartalan pertamanya sekitar USD559 juta. Selama tiga tahun hingga awal 2026, perusahaan ini melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan pendapatan tahunan telah meningkat lebih dari sepuluh kali lipat.

Jika pertumbuhan ini dapat dipertahankan, proyeksi pendapatan sebesar USD190 miliar hingga USD200 miliar pada 2028 tampaknya semakin realistis bagi para investor. Namun, penting untuk diingat bahwa proyeksi hanyalah estimasi dan tidak menjamin hasil yang akan datang.

Ada Risiko di Balik Harapan

Investor seperti David Merkel dari Aleph Investments mengingatkan bahwa meskipun Anthropic memiliki potensi untuk mencapai valuasi USD2 triliun, pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah valuasi tersebut dapat bertahan. Jika AI benar-benar dapat mengubah cara perusahaan beroperasi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan model bisnis baru, maka valuasi yang fantastis itu mungkin memiliki dasar yang kuat. Namun, jika pertumbuhan AI ternyata tidak secepat yang diharapkan, narasi ini bisa berubah dengan cepat.

Dengan demikian, IPO Anthropic bukan hanya tentang harga saham per lembar. Ini merupakan taruhan Wall Street terhadap masa depan industri AI. Investor tidak hanya membeli pendapatan saat ini; mereka juga membeli visi tentang seberapa besar Anthropic dapat berkembang hingga tahun 2028 dan seterusnya.

Menarik Perhatian Investor

Ketertarikan terhadap IPO Anthropic menjadi semakin jelas. Jika proyeksi pendapatan sebesar USD200 miliar benar-benar terwujud, maka investor yang masuk sekarang bisa dipandang sebagai visioner. Namun, jika pertumbuhan AI melambat dan biaya komputasi tetap tinggi, valuasi triliunan dolar bisa dengan cepat menjadi contoh klasik di mana Wall Street terlalu percaya diri dengan bisnis yang sedang naik daun.

Dengan semua dinamika yang ada, IPO ini menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu dalam industri teknologi. Pertaruhan ini akan memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana investasi dalam AI bisa bertransformasi menjadi aset yang berharga atau justru menjadi kebangkitan bagi para investor yang terlalu optimis.

➡️ Baca Juga: Lirik Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk X Banditoz Yaow 86 yang Sangat Menggugah Selera

➡️ Baca Juga: HP Vivo Terbaik 2026 di Bawah Rp4 Jutaan yang Wajib Dipertimbangkan

Exit mobile version