Angkutan Lebaran Berhasil di Seluruh Bandara InJourney Airports, Berikut 5 Indikator Utamanya

Jakarta – PT Angkasa Pura Indonesia, yang dikenal dengan nama InJourney Airports, telah resmi menutup Posko Siaga Idul Fitri Melayani Sepenuh Hati di 37 bandara pada tanggal 30 Maret 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya periode angkutan lebaran di seluruh bandara yang dikelola oleh perusahaan ini.
Monitoring dan Penutupan Posko Siaga
Proses penutupan posko dilakukan secara terpusat melalui sistem online dari kantor pusat yang terletak di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, bersama jajaran direksi, memimpin acara ini dengan penuh tanggung jawab, menunjukkan komitmen mereka terhadap pelayanan optimal selama periode angkutan lebaran.
Pahlevi mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, operasi angkutan lebaran di semua bandara berjalan dengan lancar. “Operasional dan pelayanan bandara, serta kepatuhan terhadap regulasi, tetap terjaga meski menghadapi lonjakan lalu lintas penerbangan. Ini semua berkat kolaborasi yang baik antara InJourney Airports dan berbagai pemangku kepentingan di bandara,” jelasnya dalam keterangan resmi yang dirilis kemarin.
Indikator Kesuksesan Angkutan Lebaran 2026
Kesuksesan angkutan lebaran 2026 di bandara-bandara yang dikelola oleh InJourney Airports dapat dilihat melalui beberapa indikator utama. Indikator pertama adalah adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah penumpang yang berhasil dilayani. Selama periode angkutan lebaran yang berlangsung dari 13 hingga 29 Maret 2026, total penumpang yang ditangani oleh 37 bandara mencapai 8,8 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6,4% dibandingkan dengan 8,3 juta penumpang pada periode yang sama di tahun 2025.
Peningkatan Jumlah Penerbangan
Sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan yang signifikan. Tercatat sekitar 63.222 penerbangan selama periode tersebut, meningkat 9% dari 58.019 penerbangan pada tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara selama momen lebaran.
Trafik tertinggi tercatat pada arus mudik pada tanggal 18 Maret 2026, dengan total 568.871 penumpang dan 4.044 penerbangan. Sedangkan arus balik yang padat terjadi pada tanggal 29 Maret 2026, yang mencapai 603.575 penumpang dengan 3.869 penerbangan. Angka-angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran bandara dalam mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat saat lebaran.
Utilisasi Slot Time dan Penerbangan Tambahan
Indikator kedua yang menandai keberhasilan angkutan lebaran adalah utilisasi slot time penerbangan, yang mencatat angka total 82%. Pahlevi mengungkapkan bahwa pada tahun ini, bandara-bandara semakin optimal dalam menggunakan waktu take off dan landing, dengan utilisasi yang lebih tinggi dibandingkan 77% pada tahun sebelumnya.
Penerbangan Tambahan yang Efektif
Indikator ketiga adalah tingginya jumlah penerbangan tambahan yang diadakan. Pada angkutan lebaran kali ini, tercatat hampir 4.097 penerbangan tambahan, jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekitar 2.800 penerbangan tambahan yang diadakan pada tahun sebelumnya. Pahlevi menekankan bahwa tingginya realisasi penerbangan tambahan ini merupakan upaya kolaboratif antara InJourney Airports dan maskapai penerbangan untuk memenuhi permintaan perjalanan udara masyarakat, baik pada arus mudik maupun arus balik.
Konektivitas Penerbangan yang Meningkat
Indikator kesuksesan yang keempat adalah meningkatnya konektivitas penerbangan. Pada periode angkutan lebaran 2026, total rute penerbangan yang tersedia di 37 bandara mencapai 1.487 rute, bertambah 53 rute dibandingkan dengan tahun 2025. Peningkatan ini menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan kemudahan akses bagi penumpang.
Dengan berbagai indikator tersebut, keberhasilan angkutan lebaran di seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan pelayanan dan operasional. Kerja sama yang solid antara berbagai pihak telah menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama selama periode yang sangat penting ini.
InJourney Airports tidak hanya berfokus pada jumlah penumpang dan penerbangan, tetapi juga berupaya untuk memastikan semua aspek pelayanan memenuhi standar yang tinggi. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, perusahaan ini menunjukkan bahwa mereka siap untuk menghadapi tantangan di masa depan dan terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa penerbangan.
➡️ Baca Juga: Contoh Digital Lifestyle yang Kini Jadi Kebiasaan Sehari-hari di Era Teknologi
➡️ Baca Juga: Trojan Perbankan GoPix: Ancaman Canggih yang Perlu Diwaspadai Pengguna Finansial


