Ledakan di Masjid Jember Saat Shalat Tarawih, Polda Jatim Kerahkan Gegana untuk Penanganan

JEMBER – Pada Senin malam tanggal 16 Maret, sebuah kejadian mengejutkan terjadi di sebuah masjid yang terletak di kawasan Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Saat jamaah sedang melaksanakan shalat tarawih, sebuah ledakan misterius mengguncang suasana, menimbulkan kepanikan di kalangan warga.
Kronologi Ledakan di Masjid Jember
Meski ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya cukup signifikan. Bagian atap masjid mengalami kerusakan, dan para jamaah serta penduduk sekitar berhamburan keluar untuk mencari keselamatan. Takmir Masjid, Muhammad Fadil, menjelaskan situasi tersebut, “Ledakan itu sangat keras, bahkan terdengar hingga ke kampung sebelah,” ungkapnya pada Selasa dini hari.
Waktu dan Lokasi Kejadian
Ledakan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, bersamaan dengan berlangsungnya shalat tarawih. Situasi ini mengakibatkan banyak jamaah yang panik dan berlari keluar dari masjid. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, langsung memonitor lokasi kejadian pada Selasa tanggal 17 Maret. Ia didampingi oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condroputra, untuk melakukan pemantauan di area masjid yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).
Penyelidikan yang Sedang Berlangsung
Kapolda Nanang tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB, di mana tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana Polda Jatim sedang melakukan olah TKP. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan oleh Nanang mengenai penyebab ledakan tersebut. Namun, sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan sterilisasi lokasi dengan memasang garis polisi.
Tim Jibom Melakukan Penyelidikan
“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab sebenarnya dari ledakan ini, dan tim Jibom masih bekerja untuk menginvestigasi lebih lanjut di masjid tersebut,” tuturnya. Meskipun tidak ada korban jiwa, satu jamaah dilaporkan mengalami gangguan pada telinga dan dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSD dr Soebandi Jember akibat ledakan tersebut.
Aspek Keamanan dan Tindakan Selanjutnya
Diduga, ledakan berasal dari sebuah lemari yang tidak terpakai di area tempat wudhu laki-laki di masjid. Namun, saksi mata melaporkan adanya papan besi di dekat lokasi ledakan. Pihak Polres Jember mengambil langkah untuk memasang garis polisi di sekitar masjid guna menghindari akses warga ke lokasi yang berpotensi berbahaya. Aktivitas di masjid pun dihentikan sementara waktu, untuk mencegah kemungkinan adanya ledakan susulan.
Langkah Pengamanan yang Diterapkan
- Pemasangan garis polisi di sekitar lokasi ledakan.
- Penghentian sementara aktivitas di masjid.
- Tim Jibom menyisir seluruh area masjid.
- Evakuasi jamaah yang mengalami cedera.
- Penyelidikan menyeluruh untuk menentukan penyebab ledakan.
Ketegangan di antara warga masih terasa, mengingat ledakan yang terjadi saat ibadah malam itu sangat mengejutkan. Semua pihak berharap agar situasi ini dapat segera teratasi dan keamanan di lingkungan sekitar masjid dapat terjaga dengan baik. Penanganan yang cepat dan tepat oleh pihak kepolisian dan tim Jibom menjadi harapan untuk mengungkap misteri di balik ledakan masjid Jember ini.
Dengan langkah-langkah investigasi yang sedang berlangsung, diharapkan penjelasan jelas mengenai insiden ini dapat segera disampaikan kepada publik. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing rumor yang dapat memperburuk situasi. Penanganan yang profesional dari pihak kepolisian diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi semua warga di Jember.
➡️ Baca Juga: Liburan Sebagai Waktu Berkualitas, Menteri Mu’ti: Tinggalkan Zona Nyaman Anda
➡️ Baca Juga: Usulan Pemkab Penajam: 168 Km Jalan Sepaku untuk Otorita Ibu Kota Nusantara demi Percepatan Perbaikan Infrastruktur


