Penurunan Berat Badan 10 Persen Dapat Meredakan Nyeri Osteoarthritis Lutut

Jakarta – Penanganan obesitas secara menyeluruh dianggap sangat penting dalam mengurangi gejala osteoartritis (OA) lutut. Penurunan berat badan sebesar 10 persen dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi banyak individu yang mengalami obesitas dan OA lutut, terutama jika disertai dengan perubahan pola makan, program latihan fisik yang sesuai, modifikasi perilaku, serta dukungan medis yang disesuaikan berdasarkan evaluasi dokter.
Risiko Osteoartritis pada Individu dengan Obesitas
Individu yang mengalami obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan OA lutut dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis mengindikasikan bahwa risiko OA lutut pada orang dengan obesitas dapat mencapai 4,6 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok yang memiliki berat badan ideal.
Risiko ini tidak hanya berhubungan dengan beban mekanis yang lebih besar pada sendi lutut, tetapi juga berkaitan dengan jaringan lemak yang memproduksi berbagai faktor proinflamasi, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan sendi.
Diskusi Terkait Obesitas dan Osteoartritis
Topik ini menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi media bertajuk “Hidup Lebih Ringan, Bergerak Lebih Bebas: Memahami Hubungan Obesitas, Osteoartritis Lutut, dan Kualitas Hidup” yang diselenggarakan oleh Novo Nordisk Indonesia bersama sejumlah pakar kesehatan di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus.
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi, dr. Ihsan Oesman, Sp.OT, Subsp.K.P., menjelaskan bahwa OA lutut adalah kondisi kronis yang berkembang secara bertahap dan berdampak langsung pada kemampuan mobilitas sehari-hari. Dalam kasus individu yang mengalami obesitas, perkembangan OA lutut dipengaruhi oleh kombinasi antara beban mekanis yang ditimbulkan serta faktor biologis dari jaringan lemak tersebut.
Pentingnya Pengelolaan Berat Badan
“Manajemen berat badan yang tepat dan menyeluruh sangat penting dalam membantu mengurangi beban pada sendi lutut. Perubahan pola makan, program latihan fisik yang tepat, dan dukungan dalam perubahan perilaku adalah dasar yang krusial dalam pengelolaan berat badan,” jelas dr. Ihsan. Namun, tantangan khusus bisa muncul bagi individu yang mengalami obesitas.
Rasa nyeri pada lutut dan keterbatasan dalam bergerak sering kali membuat seseorang sulit untuk mempertahankan aktivitas fisik. Selain itu, dorongan untuk makan atau rasa lapar yang terus-menerus menjadi kendala dalam menjaga pola makan yang sehat.
Karena obesitas merupakan penyakit kronis yang kompleks, terkadang perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk memberikan hasil yang memuaskan. Dalam situasi tertentu, dokter mungkin mempertimbangkan opsi medis tambahan—termasuk terapi farmakologis untuk manajemen berat badan—dengan memperhatikan indikasi, kondisi klinis, dan kebutuhan masing-masing pasien.
Hubungan Antara Penurunan Berat Badan dan Gejala OA
Bukti yang menunjukkan hubungan antara penurunan berat badan dan perbaikan gejala OA lutut dapat dilihat dari sebuah studi yang berlangsung selama 16 minggu yang melibatkan 175 perempuan lanjut usia dengan obesitas dan OA lutut. Sebagian besar peserta berhasil mencapai penurunan berat badan lebih dari 10 persen, dan 64 persen di antara mereka melaporkan perbaikan yang signifikan pada aspek nyeri dan kemampuan beraktivitas sehari-hari.
Temuan lain berasal dari uji klinis STEP 9 (STEP OA), yang mengkaji penggunaan semaglutide pada pasien dengan obesitas dan OA lutut. Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor nyeri lutut yang diukur dengan Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC), serta perbaikan dalam fungsi fisik sehari-hari dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Hasil studi ini menegaskan bahwa pengelolaan berat badan merupakan bagian yang sangat penting dalam pendekatan komprehensif untuk memperbaiki gejala dan fungsi fisik pasien yang menderita OA lutut, yang seharusnya berjalan beriringan dengan terapi medis standar yang ada.
Pilar Utama Penanganan OA Lutut
Berbagai pedoman klinis internasional menekankan pentingnya edukasi, pengelolaan berat badan, dan latihan fisik sebagai pilar utama dalam penanganan OA lutut, yang perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Menjaga Massa Otot Selama Proses Penurunan Berat Badan
Dalam proses penurunan berat badan, penting untuk tetap menjaga massa otot. Penurunan berat badan yang tidak terencana dapat menyebabkan hilangnya massa otot, yang penting untuk kesehatan dan mobilitas. Oleh karena itu, pendekatan yang seimbang antara diet dan latihan sangat diperlukan.
- Fokus pada protein: Konsumsi makanan tinggi protein membantu mempertahankan massa otot.
- Latihan kekuatan: Sertakan latihan beban dalam rutinitas mingguan untuk membangun dan mempertahankan otot.
- Hidrasi yang cukup: Air sangat penting untuk mendukung metabolisme dan kesehatan otot.
- Monitor kemajuan: Catat perubahan berat badan dan komposisi tubuh untuk menilai efektivitas program.
- Berikan waktu: Perubahan yang berkelanjutan memerlukan waktu, jadi bersabarlah dengan prosesnya.
Kesimpulannya, penurunan berat badan yang terencana dan terarah dapat memberikan manfaat signifikan bagi individu yang menderita osteoartritis lutut. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup dan fungsi fisik mereka secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: KAI Commuter Sesuaikan Jadwal Perjalanan KRL Jakarta-Bogor untuk Kenyamanan Penumpang
➡️ Baca Juga: Pemkot Mataram Segera Hentikan Izin Ritel Modern, Temukan Alasannya di Sini




