Dishub Batasi Akses Bus dan Truk Besar di Underpass Dustira untuk Kendaraan Tertentu

Dengan dibukanya akses Underpass Dustira untuk pergerakan kendaraan dua arah, tidak berarti semua jenis kendaraan dapat melintas dengan bebas. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi tetap memberlakukan aturan ketat yang khusus untuk kendaraan besar, terutama bus dan truk yang memiliki jumlah sumbu lebih dari dua. Keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna jalan serta mencegah kerusakan pada infrastruktur jalan yang ada.
Pentingnya Pembatasan Akses untuk Kendaraan Besar
Kebijakan pembatasan ini diterapkan karena Underpass Dustira memiliki ketentuan tertentu terkait batas tonase. Kendaraan yang membawa beban berat dinilai perlu dialihkan dari jalur ini untuk mencegah beban berlebih yang dapat merusak konstruksi underpass. Ini adalah langkah proaktif dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan memastikan keawetan infrastruktur yang ada.
Pernyataan dari Dishub Kota Cimahi
“Kendaraan besar seperti bus dan truk dengan banyak sumbu tidak diperbolehkan melintas di sini. Hanya truk-truk kecil dan sedang yang diperbolehkan, sesuai dengan ketentuan tonase yang ditetapkan untuk Underpass Dustira,” jelas Kadishub Cimahi, Endang, pada Kamis (20/8/26).
Rekayasa Lalu Lintas untuk Meningkatkan Keamanan
Meskipun akses Underpass Dustira kini dibuka untuk dua arah, kendaraan berat tetap dilarang melintas di jalur tersebut. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi rekayasa lalu lintas yang bertujuan untuk membagi pergerakan kendaraan dan menyesuaikan dengan kapasitas infrastruktur jalan yang ada. Hal ini penting agar arus lalu lintas tetap lancar dan tidak terhambat oleh kendaraan yang melebihi kapasitas.
Penambahan Personel untuk Memperkuat Pengaturan Lalu Lintas
Untuk memperkuat pengaturan lalu lintas, Dishub Kota Cimahi juga menambah jumlah personel di titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan. Penempatan personel dilakukan di sepanjang jalur utama, mulai dari Simpang Sangkuriang, kawasan Alun-alun Cimahi, hingga Simpang Daeng atau Simpang Cihanjuang. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan yang mungkin terjadi.
- Penambahan personel di titik-titik strategis
- Meningkatkan pengawasan arus lalu lintas
- Mempercepat proses penguraian antrean
- Menyesuaikan dengan kondisi jalan saat ini
- Menjaga keselamatan pengguna jalan
Dampak Arus Lalu Lintas terhadap Pembangunan
Arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama juga dipengaruhi oleh rekayasa lalu lintas yang dilakukan sebagai dampak dari pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto. Pembangunan ini diperkirakan dapat mengubah pola pergerakan kendaraan di berbagai ruas utama di Kota Cimahi. Oleh karena itu, penyesuaian arus lalu lintas menjadi sangat penting.
Evaluasi dan Penyesuaian Pengaturan Arus Lalu Lintas
Dinas Perhubungan berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan menyesuaikan pengaturan arus lalu lintas sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi kemacetan sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas selama periode pembangunan berlangsung. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Pentingnya Pembatasan Kendaraan Berat di Underpass Dustira
Pembatasan akses bagi kendaraan berat di Underpass Dustira merupakan salah satu elemen krusial dalam pengaturan lalu lintas. Selain untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, kebijakan ini juga memastikan bahwa kendaraan yang melintas sesuai dengan kemampuan konstruksi dan ketentuan tonase yang telah ditetapkan. Ini adalah langkah preventif yang bertujuan untuk melindungi infrastruktur sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kesimpulan dari Kebijakan Dishub
Kebijakan yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Cimahi mengenai pembatasan akses bus dan truk besar di Underpass Dustira menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan berkendara yang aman dan teratur. Dengan adanya aturan yang jelas, diharapkan bisa mencegah terjadinya kecelakaan serta kerusakan infrastruktur yang dapat membahayakan pengguna jalan. Pemantauan dan evaluasi terus menerus akan menjadi kunci untuk menyesuaikan kebijakan ini agar tetap relevan dengan kondisi di lapangan.
➡️ Baca Juga: Keceriaan dan Semangat Menyambut Hari Pertama Masuk Sekolah – Video Inspiratif
➡️ Baca Juga: Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi 25% untuk Capai Status ‘Low-Cost Operator’ Global




