SMP-SMA Al Azhar Raih 9 Penghargaan Prestisius di Al-Muhajirien MUN 2026

Jakarta – Dalam sebuah acara bergengsi yang diikuti oleh 200 delegasi siswa dari 61 sekolah di wilayah Jabodetabek, SMP dan SMA Islam Al Azhar (SMPIA dan SMAIA) berhasil mencuri perhatian di Al-Muhajirien Model United Nations (AMUN) 2026. Forum ini menyediakan platform bagi para pelajar untuk menjalani simulasi diplomasi internasional, yang diadakan selama dua hari penuh dengan diskusi dan negosiasi tentang isu-isu global yang kritis. AMUN 2026 merupakan salah satu simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan diplomasi dan komunikasi yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dunia saat ini.
Pentingnya Model United Nations bagi Generasi Muda
Model United Nations (MUN) bukan sekadar sebuah kompetisi, tetapi menjadi salah satu sarana pembelajaran yang sangat efektif bagi pelajar. Dalam acara ini, peserta dituntut untuk mempersiapkan posisi negara, menyampaikan argumen, bernegosiasi, dan merumuskan resolusi terhadap berbagai isu yang diangkat. Keberadaan dua council utama, yaitu UNESCO dan WHO, memungkinkan siswa untuk mendalami tema-tema yang sangat relevan dengan kondisi sosial dan kesehatan di global.
Topik yang Dihangkat dalam AMUN 2026
Pada council UNESCO, tema yang diangkat adalah “Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Online Spaces for Students”. Isu ini sangat penting mengingat meningkatnya penggunaan teknologi dan media sosial di kalangan pelajar. Sementara itu, council WHO berfokus pada “Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation”, yang mengeksplorasi bagaimana pengetahuan tradisional dapat diintegrasikan ke dalam praktik medis modern.
Prestasi SMP-SMA Al Azhar di AMUN 2026
Di tengah kompetisi yang sangat ketat, siswa SMP-SMA Al Azhar berhasil meraih prestasi yang mengesankan dengan membawa pulang sembilan penghargaan. Dalam kategori SMP di council UNESCO, Abiyyu Javier Rizqy dari SMPIA 6 Jaka Permai dinyatakan sebagai Best Delegate. Rekyan Syahla Calesta Maheswari dan Begawan Billy Kurniawan dari SMPIA 8 Kemang Pratama juga mendapatkan penghargaan Honorable Mention dan Verbal Commendation. Penghargaan yang diraih menunjukkan kualitas dan kemampuan siswa dalam berargumentasi dan bernegosiasi.
Penghargaan di Jenjang SMA
Di jenjang SMA, di council WHO, Ashilla Jasmin Sani dari SMA Islam Al Azhar 4 berhasil meraih gelar Most Outstanding Delegate. Sementara itu, Aleshia Raihana Zahira dan Raihan Maulana Syachputra juga diakui dengan penghargaan Honorable Mention. Selain itu, Kenzie Athaya Refano, Almaira Balques Kemalputri, serta Rayhan Putra Nurdafa memperoleh Verbal Commendation. Semua prestasi ini menunjukkan bahwa SMP-SMA Al Azhar tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan siswa.
Dukungan dari Pihak Terkait
Kegiatan AMUN 2026 ini diselenggarakan berkat kerja sama antara International Global Network (IGN) dan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai dengan standar internasional. Program ini merupakan bagian dari AYIMUN, yang terhubung dengan jaringan konferensi global seperti Asia World Model United Nations (AWMUN). Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menekankan pentingnya MUN sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman untuk membentuk karakter dan kapasitas generasi muda.
Pernyataan Menteri Pendidikan
Dalam keterangannya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program-program seperti MUN sejalan dengan upaya membangun generasi Indonesia yang tangguh. “Kami ingin generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang baik, serta siap bersaing di tingkat global,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Perspektif Wali Kota Bekasi
Tri Adhianto Tjahyono, Wali Kota Bekasi, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia percaya bahwa MUN bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman nyata bagi pelajar. “Melalui simulasi ini, peserta belajar bagaimana menyampaikan gagasan, bernegosiasi, dan memahami cara dunia bekerja,” ungkapnya. Ini menunjukkan bahwa Bekasi memerlukan individu yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu menjadi komunikator dan pemimpin.
Program AGILE sebagai Fondasi
Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, Mohammad Syafiudin, mengungkapkan bahwa keberhasilan siswa dalam AMUN tidak terlepas dari pembinaan yang terintegrasi melalui program AGILE (Al-Muhajirien Global Initiative for Leadership Excellence). Program ini bertujuan untuk membangun kemampuan dasar siswa, seperti komunikasi, berpikir kritis, dan keberanian untuk berpendapat. “AMUN merupakan ruang bagi siswa untuk menguji dan menerapkan kemampuan tersebut dalam konteks global,” jelasnya.
Pengalaman Global Melalui MUN
Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menambahkan bahwa MUN menawarkan pendekatan pembelajaran yang memberikan pengalaman global secara langsung kepada pelajar. Dengan mengikuti MUN, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dihadapkan pada isu-isu nyata yang ada di dunia. “Mereka dapat melihat berbagai perspektif internasional serta memahami proses diplomasi yang kompleks,” ujarnya. Ini membentuk pola pikir global dan memperkuat kemampuan komunikasi siswa.
Kesimpulan dari AMUN 2026
Melalui partisipasi di AMUN 2026, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam diplomasi global yang akan memperkuat keterampilan mereka di abad ke-21. Forum ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis pengalaman dapat menciptakan generasi muda yang siap menjadi pemimpin di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan SMP-SMA Al Azhar dalam meraih sembilan penghargaan menjadi bukti nyata dari dedikasi dan komitmen mereka terhadap pendidikan berkualitas.
➡️ Baca Juga: Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina dan Swasta Per 2 April 2026
➡️ Baca Juga: Kemdiktisaintek Menegaskan Kebijakan Nol Toleransi Terhadap Kekerasan di Kampus




