Jelang Mudik, Kementerian PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP
— Paragraf 1 —
JAKARTA- Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 (Idul Fitri 1447 H), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyiapkan 10 ruas tol fungsional sepanjang sekitar 291,13 km serta 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) fungsional di berbagai titik strategis.
— Paragraf 2 —
Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini diharapkan dapat membantu mengurai potensi kepadatan pada jalur-jalur utama mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.
— Paragraf 3 —
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU bersama BUJT terus mempercepat penyelesaian konstruksi pada sejumlah ruas tol strategis agar dapat difungsionalkan secara terbatas selama periode mudik Lebaran.
— Paragraf 4 —
”Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas jaringan jalan tol sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama,” ujar Menteri Dody.
— Paragraf 5 —
Secara keseluruhan terdapat 10 ruas jalan tol konstruksi yang berpotensi difungsionalkan. Total panjang ruas tersebut mencapai sekitar 291,13 km yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
— Paragraf 6 —
10 Ruas Tol Fungsional di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
— Paragraf 7 —
Di wilayah Sumatera, terdapat tiga ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar ±90,73 km.
— Paragraf 8 —
Ruas Sigli–Banda Aceh sepanjang ±24,67 km dengan progres ±94,25% akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara itu ruas Palembang–Betung sepanjang 53,20 km dengan progres 90–91% juga akan dioperasikan dua jalur dua arah, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus). Adapun ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat sepanjang ±12,86 km dengan progres 100% siap difungsikan penuh dua jalur dua arah untuk semua golongan kendaraan.
— Paragraf 9 —
Di Pulau Jawa, terdapat enam ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar ±148,03 km.
— Paragraf 10 —
Ruas Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24,08 km telah mencapai progres 100% dan dapat difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara Seksi 3 sepanjang 25,60 km dengan progres 95,98% difungsikan dengan skema serupa, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
— Paragraf 11 —
Ruas Serang–Panimbang Seksi 2 sepanjang ±24,17 km dengan progres ±98,10% akan dioperasikan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
— Paragraf 12 —
Selanjutnya ruas Ciawi–Sukabumi Seksi 3 hingga akses Karangtengah sepanjang ±4,97 km dengan progres ±71,95% akan difungsikan satu jalur satu arah khusus Golongan I (non-bus). Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang ±52 km dengan progres antara 72% hingga 94% akan difungsikan secara khusus untuk arus balik dari Sadang menuju Jakarta bagi kendaraan Golongan I (non-bus).
— Paragraf 13 —
Selain itu, ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2B sepanjang 12,23 km (progres 93,30%) serta ruas Yogyakarta–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 km (progres 89,93%) masing-masing akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
— Paragraf 14 —
Sementara itu di Kalimantan terdapat Akses Tol IKN sepanjang ±52,37 km dengan progres bervariasi hingga 100% akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
➡️ Baca Juga: Jadwal Buka Puasa dan Waktu Magrib di Makassar, 8 Maret 2026: Informasi Terupdate dan Akurat
➡️ Baca Juga: Gubernur DKI Akan Mengevaluasi Tarif Baru untuk Rute Transjabodetabek Blok M-Soetta setelah 3 Bulan



